Peraturan Hukum Terbaru

Berita Terbaru

Kerja Bakti #Jaga Jakarta Bersih, Augustinus: Mewujudkan Gotong Royong February 8, 2026 6:05 pm Sekretariat DPRD DKI Jakarta melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta Bersih sebagai tindak lanjut Instruksi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaga Jakarta Bersih. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 8 Februari 2026, secara serentak di enam kelurahan. Masing-masing Kelurahan Tanjung Barat, Kelurahan Cipedak, Kelurahan Jagakarsa, Kelurahan Srengseng Sawah, Kelurahan Ciganjur dan Kelurahan Lenteng Agung. Kegiatan itu melibatkan lebih dari 300 personel yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), serta Tenaga Ahli Sekretariat DPRD DKI Jakarta. Para peserta secara bersama-sama melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di wilayah masing-masing sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan kota. Sekretaris DPRD DKI Jakarta Augustinus mengatakan, kegiatan itu merupakan wujud nyata pelaksanaan instruksi pimpinan daerah. Sekaligus komitmen Sekretariat DPRD DKI Jakarta dalam mendukung upaya menciptakan Jakarta yang lebih bersih, aman, dan tertib. “Kami dari Sekretariat DPRD menjaga kebersihan bersama-sama teman Sekretariat DPRD, PJLP, dan Tenaga Ahli total ada lebih dari 300 orang di 6 kelurahan,” kata dia di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Minggu (8/2). Menurut Augustinus, aksi Jaga Jakarta Bersih tidak hanya berfokus pada aspek kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran kolektif serta memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat. “Kita menjaga Jakarta untuk lebih bersih, lebih aman, lebih tertib. Nah, ini semoga menjadi suatu hal yang baik untuk kita mewujudkan gotong royong karena hashtag Jakarta atau Indonesia itu kan saling bergotong royong,” kata Augustinus. Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Aga itu menilai, kegiatan tersebut sebagai langkah positif yang perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia menekankan partisipasi aktif seluruh elemen, baik aparatur maupun masyarakat, sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Aga berharap, melalui kegiatan Jaga Jakarta Bersih, hubungan antara aparatur pemerintah dan masyarakat dapat semakin dekat. Selain menjaga lingkungan, kegiatan itu juga menjadi sarana untuk menyapa dan berinteraksi langsung dengan warga. Sekretariat DPRD DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung program-program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berorientasi pada peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kenyamanan masyarakat secara berkelanjutan. Di antaranya melalui kegiatan Jaga Jakarta Bersih yang melibatkan kolaborasi lintas unsur. “Nah, ini merupakan wujud yang baik untuk kita semua. Walaupun tadi ada hujan, tetap teman-teman semangat di enam kelurahan. Semoga ini bisa jadi lebih baik lagi ke depannya untuk kita bisa menyapa warga masing-masing,” tukas dia. (yla/df)

Sekretariat DPRD DKI Jakarta melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta Bersih sebagai tindak lanjut Instruksi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaga Jakarta Bersih. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 8 Februari 2026, secara serentak di enam kelurahan. Masing-masing Kelurahan Tanjung Barat, Kelurahan Cipedak, Kelurahan Jagakarsa, Kelurahan Srengseng Sawah, Kelurahan Ciganjur dan Kelurahan Lenteng Agung. Kegiatan itu melibatkan Kerja Bakti #Jaga Jakarta Bersih, Augustinus: Mewujudkan Gotong Royong

Personel Sekretariat DPRD Laksanakan Instruksi Jaga Jakarta Bersih di Kelurahan Tanjung Barat February 8, 2026 4:47 pm Sekretariat DPRD DKI Jakarta turut serta menindaklanjuti Instruksi Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaga Jakarta Bersih di Jalan Teratai VII Blok O 11/ RT 3, RW 2 Kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Minggu (8/2). Kegiatan itu bersama jajaran Kelurahan Tanjung Barat. Terutama di rumah warga di Tanjung Barat Indah yang terdampak kebakaran. Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD DKI Jakarta Asril Pinayungan mengapresiasi kolaborasi Jaga Jakarta Bersih bersama kelurahan Tanjung Barat berjalan berjalan dengan terencana. “Terima kasih pak lurah Tanjung Barat yang telah menindaklanjuti Instruksi Sekda melaksanakan kebersihan di lingkungan tempat tinggal warga yang terdampak kebakaran,” ujar Asril di lokasi. Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD DKI Jakarta AAsril Pinayungan. (dok.DDJP) Lebih lanjut, sambung Asril, kegiatan kebersihan tersebut sudah berlangsung sejak Kamis (5/2) kemarin. Oleh karena itu, kata Asril,dengan berkolaborasi, proses pembersihan dapat diselesaikan lebih cepat. “Dengan penambahan tenaga, mudah-mudahan bisa lebih cepat selesai,” kata dia. Dengan demikian, Asril berharap kolaborasi terus dapat terjalin di kegiatan selanjutnya. “Mudah-mudahan ke depan kita bisa kembali berkolaborasi dalam kegiatan-kegiatan lainnya,” tambah Asril. Sementara Lurah Tanjung Barat Rizky Wijaya mengapresiasi kerja bakti bersama jajaran Sekretariat DPRD DKI Jakarta berjalan lancar. Sehingga proses pembersihan di salah satu rumah terdampak kebakaran lebih cepat rampung. “Alhamdulillah, kerja bakti yang dilaksanakan oleh Kelurahan Tanjung Barat, tingkat warga sesuai dengan institusi Sekda, ini bisa dilaksanakan walaupun cuacanya hujan,” ujar Rizky. Rizky menjelaskan, pembersihan tersebut telah dimulai sejak Kamis (5/2) kemarin. Dengan demikian, Ia berharap dengan adanya dukungan tersebut, seluruh rangkaian pekerjaan dapat selesai sesuai target. “Semoga pada hari ini, dibantu oleh jajaran Setwan, kerja bakti di lokasi kebakaran Kelurahan Tanjung Barat Indah bisa tuntas pada hari ini,” pungkas dia. (apn/df)

Sekretariat DPRD DKI Jakarta turut serta menindaklanjuti Instruksi Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaga Jakarta Bersih di Jalan Teratai VII Blok O 11/ RT 3, RW 2 Kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Minggu (8/2). Kegiatan itu bersama jajaran Kelurahan Tanjung Barat. Terutama di rumah warga di Tanjung Barat Indah yang terdampak kebakaran. Kepala Bagian Umum Personel Sekretariat DPRD Laksanakan Instruksi Jaga Jakarta Bersih di Kelurahan Tanjung Barat

Kerja Bakti Jaga Jakarta Bersih di Kelurahan Jagakarsa February 8, 2026 3:35 pm Pegawai Sekretariat DPRD DKI Jakarta mengikuti kegiatan kerja bakti di wilayah Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kerja bakti kali ini fokus pada pembersihan saluran air dan got guna mencegah terjadinya genangan dan banjir. Khususnya di musim hujan. Kepala Subbagian Protokol Pimpinan dan Fraksi Sekretariat DPRD DKI Jakarta Dudy Setiawan Ibani menyampaikan, keterlibatan pegawai merupakan bentuk dukungan dan kepatuhan terhadap Instruksi Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaga Jakarta Bersih. “Kebetulan tim dari Subag Protokol Pimpinan Fraksi dan juga tim HUMAS maupun PAMDAL dan tenaga kebersihan ada yang bertugas di sini,” ujar Dudy di lokasi, Minggu (8/2). Kepala Sub Bagian ProtokolProtokol Pimpinan dan Fraksi Dudy Setiawan Ibani. (dok.DDJP) Ia mengingatkan seluruh peserta kerja bakti mengikuti arahan petugas teknis di lapangan. “Saya pesan ikuti instruksi dari tim teknis seperti Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Lingkungan Hidup bagaimana membersihkan got atau selokan,” kata Dudy. Sementara itu, Lurah Jagakarsa Yusriati menjelaskan, kerja bakti melibatkan warga di tingkat Rukun Tetangga (RT). “Untuk Kelurahan Jagakarsa ini, setiap RT dikerahkan untuk membersihkan tempat-tempat terutama saluran air,” tutur Yusriati. Kegiatan seperti itu, kata dia, sebenarnya sudah rutin dilakukan setiap pekan di tingkat RT. Namun pelaksanaan serentak dalam skala besar baru pertama kali berlangsung dalam periode kepemimpinannya. “Harapan saya, semua saluran air yang mampat bisa jalan normal kembali berkat kegiatan ini,” ucap Yusriati. Di kesempatan yang sama, Wakil Camat Kecamatan Jagakarsa Eny Priyatni menjelaskan, kerja bakti serentak di hampir seluruh wilayah Jakarta. “Hari ini ada kerja bakti serentak. Jadi hampir 100 persen, 65 kelurahan melakukan kegiatan yang sama,” tutur Eny. Ia menilai, kerja bakti menjadi langkah tepat dalam menghadapi cuaca ekstrem. Berharap kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat demi mewujudkan Jakarta yang bersih dan bebas genangan. “Ini merupakan solusi yang paling tepat dilaksanakan oleh masyarakat, kerja bakti membersihkan saluran-saluran air di musim hujan,” pungkas Eny. (gie/df)

Pegawai Sekretariat DPRD DKI Jakarta mengikuti kegiatan kerja bakti di wilayah Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kerja bakti kali ini fokus pada pembersihan saluran air dan got guna mencegah terjadinya genangan dan banjir. Khususnya di musim hujan. Kepala Subbagian Protokol Pimpinan dan Fraksi Sekretariat DPRD DKI Jakarta Dudy Setiawan Ibani menyampaikan, keterlibatan pegawai merupakan bentuk dukungan dan kepatuhan terhadap Instruksi Sekretaris Kerja Bakti Jaga Jakarta Bersih di Kelurahan Jagakarsa

Lurah Cipedak Apresiasi Kegiatan Jaga Jakarta Bersih Sekretariat DPRD DKI February 8, 2026 11:34 am Lurah Cipedak Hariadi Aulia mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Jaga Jakarta Bersih yang dilaksanakan Sekretariat DPRD Provinsi DKI Jakarta di wilayah Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (8/2). Kegiatan gotong royong tersebut dinilai mampu memperkuat kolaborasi aparatur pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hariadi Aulia menyebut keterlibatan Sekretariat DPRD DKI Jakarta memberi dampak positif bagi wilayahnya. Kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong semangat kebersamaan dan partisipasi warga. “Jika kegiatan itu dijalankan secara berkelanjutan, hasilnya akan lebih baik dan pelaksanaannya semakin terorganisir,” terang Hariadi di lokasi kegiatan. Ia menjelaskan, kehadiran aparatur pemerintah di tengah masyarakat mendorong warga untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi aktif warga terlihat dari antusiasme RT, RW, dan masyarakat selama kegiatan berlangsung. “Antusiasme warga terlihat sangat tinggi dan lingkungan terasa lebih hidup,” terang Hariadi. Hariadi Aulia juga menyoroti karakter wilayah Kecamatan Jagakarsa yang memiliki banyak kawasan hijau. Kondisi tersebut membuat wilayah itu relatif tidak rawan banjir, namun memiliki potensi risiko lain yang perlu diantisipasi. “Perhatian utama di Jagakarsa tertuju pada potensi pohon tumbang akibat angin kencang,” terang Hariadi. Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat DPRD Provinsi DKI Jakarta Dyah Suryani menjelaskan jumlah personel yang terlibat dalam kegiatan Jaga Jakarta Bersih di Kelurahan Cipedak. Kegiatan tersebut melibatkan aparatur sipil negara (ASN), tenaga ahli, serta Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). “Sebanyak 17 ASN serta 53 tenaga ahli dan PJLP dilibatkan, sehingga total peserta mencapai 73 personel,” terang Dyah. Senada dengan Hariadi, Dyah Suryani menyampaikan, berharap kegiatan tersebut bermanfaat nyata bagi masyarakat. Sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kegiatan itu diharapkan dapat terus berlanjut agar kebersihan lingkungan terjaga dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkas Dyah. (all/df)

Lurah Cipedak Hariadi Aulia mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Jaga Jakarta Bersih yang dilaksanakan Sekretariat DPRD Provinsi DKI Jakarta di wilayah Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (8/2). Kegiatan gotong royong tersebut dinilai mampu memperkuat kolaborasi aparatur pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hariadi Aulia menyebut keterlibatan Sekretariat DPRD DKI Jakarta memberi dampak positif bagi wilayahnya. Kegiatan tersebut tidak hanya Lurah Cipedak Apresiasi Kegiatan Jaga Jakarta Bersih Sekretariat DPRD DKI

Kegiatan

Keberpihakan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat mengembangkan ekosistem wisata di Jakarta. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Al Fatih mengatakan hal tersebut guna memperkuat perekonomian lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Ia menilai, keberadaan UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pariwisata. Terutama di kawasan wisata unggulan. Seperti pusat kuliner, taman kota, dan kawasan heritage. Oleh sebab itu, ia mendorong Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta memastikan pelibatan UMKM dalam setiap program pengembangan wisata. “Setiap penataan kawasan wisata baik di Ancol, Setu Babakan, Kota Tua, maupun destinasi baru harus memastikan pelaku UMKM tidak hanya diberi ruang jual, tetapi juga posisi strategis dalam rantai nilai wisata,” ujar Fatih , Selasa (14/10). UMKM, kata dia, jangan sekadar menumpang dagang. Justru, UMKM harus menjadi daya tarik tambahan dengan menampilkan produk khas daerah, kuliner lokal, dan kerajinan kreatif. Memperkaya pengalaman wisatawan. Untuk itu, penataan ruang dan alur pengunjung perlu didesain sedemikian rupa. UMKM mendapat traffic yang layak dan peluang interaksi dengan wisatawan meningkat. “Kami mendorong agar tata letak lokasi UMKM ditempatkan di area strategis dan mudah terlihat, bukan di sisi belakang atau area yang jauh dari arus wisatawan,” kata Fatih. Selain itu, penting juga agar penataan mempertimbangkan fasilitas dasar seperti sanitasi, listrik, dan keamanan, sehingga UMKM dapat beroperasi dengan nyaman dan profesional. Dinas PPKUKM DKI Jakarta perlu menghadirkan kebijakan afirmatif, mulai dari penyediaan ruang usaha strategis, kemudahan perizinan, hingga dukungan promosi terpadu. Dengan dukungan tersebut, UMKM dapat tumbuh bersama sektor pariwisata dan menciptakan efek ekonomi berganda (multiplier effect). Ia berharap, sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pelaku UMKM dapat memperkuat daya saing pariwisata Jakarta di kancah nasional maupun internasional. “Penataan harus memperindah kawasan tanpa mematikan penghidupan masyarakat yang sudah lama menjadi bagian dari kawasan tersebut,” tukas Fatih. (yla/df)

Keberpihakan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat mengembangkan ekosistem wisata di Jakarta. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Al Fatih mengatakan hal tersebut guna memperkuat perekonomian lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Ia menilai, keberadaan UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pariwisata. Terutama di kawasan wisata unggulan. Seperti pusat kuliner, taman kota, dan Strategis, UMKM Dalam Ekosistem Wisata Jakarta

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan mengatakan, kolaborasi antarbadan usaha daerah harus diperkuat untuk menghindari tumpang tindih proyek. Pantas mengungkapkan hal itu dalam Balkoters Talk bertajuk ‘Akselerasi Langkah Strategis Jakpro Wujudkan Jakarta sebagai Kota Global’ yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Balaikota-DPRD DKI Jakarta di Pressroom Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (10/10). “Sinergisitas antar BUMD itu mutlak ke depan. Tidak boleh ada program Jakpro yang tidak ditopang oleh BUMD lain,” ujar Pantas. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta itu juga mengingatkan pembangunan kota global butuh keterpaduan. Harmonisasi kerja antarBUMD akan membuat proyek infrastruktur berjalan lebih efisien. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan. (dok.DDJP) Selain itu, koordinasi itu juga dapat mengurangi gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Sehingga perlu sinergi dalam proyek-proyek jaringan utilitas kota. Sebagai contoh, penataan yang terpadu akan mencegah pengerjaan ulang di satu lokasi. Pantas menilai, BUMD juga harus menggandeng sektor swasta untuk mendukung pembiayaan proyek strategis. Mempercepat pencapaian target kota global. “Saya pikir ke depan perlu ada peranan BUMD untuk mensinergikan termasuk dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta supaya semakin terpadu setiap pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan,” tandas Pantas. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyiapkan berbagai infrastruktur publik menjadi multi-purpose venue atau ruang serbaguna untuk menjadikan Jakarta sebagai destinasi event internasional. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. Jakpro Iwan Takwin mengatakan, strategi tersebut dengan cara mengoptimalkan fasilitas. Seperti, Jakarta International Stadium (JIS), Velodrome, dan Taman Ismail Marzuki (TIM). “Akhirnya kami harus berbenah bagaimana fasilitas ini bisa benar-benar menghadirkan satu fasilitas yang multi-purpose,” kata Iwan. Iwan mencontohkan, Velodrome yang sebelumnya fokus pada olahraga sepeda kini digunakan untuk berbagai kegiatan lain. “Terbangunlah satu ekosistem sehingga kita bisa menggait komunitas lain di sana. Mulai ada konser juga, kemudian kegiatan sport di luar sepeda,” kata Iwan. Menurut dia, strategi itu bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai pusat kegiatan internasional. “Bagaimana kemudian event-event yang ada di Jakarta ke depan itu menjadi destinasi event. Itu yang kita mau bangun,” tutur Iwan. Ia berharap, keberadaan fasilitas serbaguna ini dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung lebih lama ke Jakarta. Konsep multi-purpose bukan sekadar efisiensi fasilitas, tetapi strategi untuk menggerakkan ekonomi kreatif kota. “Orang nanti bukan cuma orang di luar Jakarta, tetapi di luar Indonesia pun bisa menjadwalkan tripnya ke Jakarta karena event-event destinasi itu,” imbuh dia. Ubah Perilaku Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang fokus pada infrastruktur, Jakpro juga mendapat penugasan membangun sarana transportasi. Jakpro berupaya mengubah perilaku masyarakat Jakarta melalui pembangunan berbagai infrastruktur publik seperti LRT Jakarta, JIS dan TIM. Iwan mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut bukan hanya soal fisik, tetapi juga membangun budaya baru warga kota. “LRT ini adalah transportasi modern yang fungsinya bagaimana bisa mereduksi atau memitigasi isu transportasi terutama kemacetan, dan juga membangun mindset baru masyarakat Jakarta bisa berpindah dari transportasi pribadi menjadi transportasi umum,” jelas dia. Transformasi perilaku menjadi bagian penting dari upaya Jakarta menuju kota global. “Jakpro tidak hanya membangun satu infrastruktur atau bangunan tapi bagaimana bisa membangun people-nya atau warga Jakartanya dalam hal aspek mindset-nya,” ucap dia. Membangun kultur baru yang lebih positif, kata Iwan, sangat penting. Yaitu beralih dari memakai kendaraan pribadi ke angkutan umum. kini, Jakpro sedang membangun LRT Jakarta fase 1B Velodrome-Manggarai sepanjang 6,4 kilometer dengan headway atau kedatangan kereta setiap 10 menit. Rute ini memiliki lima stasiun baru yaitu Stasiun Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman dan Manggarai. Untuk progres keseluruhan mencapai 72,85 persen. Rinciannya, Stasiun Rawamangun 78,45 persen, Stasiun Pramuka BPKP 52,17 persen, Stasiun Pramuka 33,76 persen, Stasiun Matraman 49,53 persen, dan 19,62 persen untuk Stasiun Manggarai. (bow/gln/df)

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan mengatakan, kolaborasi antarbadan usaha daerah harus diperkuat untuk menghindari tumpang tindih proyek. Pantas mengungkapkan hal itu dalam Balkoters Talk bertajuk ‘Akselerasi Langkah Strategis Jakpro Wujudkan Jakarta sebagai Kota Global’ yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Balaikota-DPRD DKI Jakarta di Pressroom Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (10/10). “Sinergisitas antar BUMD itu mutlak ke depan. Tidak boleh ada Legislator Dukung Kolaborasi Antar BUMD Wujudkan Kota Global

ekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian kunjungan kerja ke Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) Budi Bhakti 1, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (8/10). Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Iqbal Akbarudin, Kepala Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 1 Sri Utami, dan Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Rani Nurani hadir dalam kunjungan tersebut. Rombongan meninjau berbagai kegiatan warga binaan. Melihat langsung sejumlah fasilitas di lingkungan panti. Seperti ruang keterampilan, kamar warga binaan, dan ruang makan. Justin mengapresiasi pelayanan dan pembinaan yang diberikan PSBD Budi Bhakti 1 kepada penyandang disabilitas. “Kami melihat semangat luar biasa dari para warga binaan dalam mengikuti pelatihan dan kegiatan sehari-hari,” ujar dia. Justin menegaskan, fasilitas yang ada juga terus diperbaiki. “Kami berharap ke depan panti ini bisa menjadi tempat yang lebih layak dan ramah bagi penyandang disabilitas,” ucap dia. Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Iqbal Akbarudin menyampaikan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan di panti sosial milik Pemprov DKI. “Kami ingin memastikan seluruh warga binaan mendapatkan pembinaan yang optimal, baik dalam hal keterampilan, kemandirian, maupun pemenuhan kebutuhan dasar mereka,” tutur Iqbal. Kepala PSBD Budi Bhakti 1, Sri Utami turut menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan DPRD dan Dinas Sosial DKI Jakarta terhadap panti yang dipimpinnya. “Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan pembinaan. Kami juga berupaya agar warga binaan dapat lebih produktif dan mandiri setelah meninggalkan panti,” tandas dia. Kunjungan diakhiri dengan dialog singkat antara Justin Adrian dan beberapa warga binaan yang tengah mengikuti kegiatan keterampilan. Rombongan juga meninjau area tempat tinggal dan fasilitas pendukung lainnya guna memastikan kondisi panti tetap layak dan nyaman bagi seluruh penghuni. (red/bj)

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian kunjungan kerja ke Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) Budi Bhakti 1, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (8/10). Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Iqbal Akbarudin, Kepala Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 1 Sri Utami, dan Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Rani Nurani hadir dalam kunjungan tersebut. Rombongan meninjau berbagai kegiatan warga Justin Apresiasi Pembinaan di PSBD Budi Bhakti 1 Cengkareng

Komisi E DPRD DKI Jakarta mendorong Dinas Kebudayaan DKI Jakarta memodernisasi kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan. Hal tersebut menjadi usulan pimpinan dan anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta usai meninjau Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, Rabu (8/10). Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Solikhah mengatakan, modernisasi agar kawasan cagar budaya tersebut dapat terus menarik minat masyarakat. Sekaligus memperkuat pelestarian Kebudayaan Betawi di tengah perkembangan zaman. Menurut dia, modernisasi yang dimaksud bukan berarti mengubah nilai-nilai budaya Betawi. Namun, memperbarui fasilitas dan tata kelola kawasan agar lebih nyaman, informatif, dan interaktif bagi pengunjung. Dengan begitu, kawasan budaya itu menjadi tempat wisata dan pusat edukasi hingga pelestarian warisan Betawi. “Perkampungan budaya Betawi ini sebuah kebanggaan bagaimana mengoptimalkan inisiasi supaya Budaya Betawi ini kesannya modern sesuai dengan perkembangan zaman tidak meninggalkan budaya dasar tapi jadi kebanggaan,” kata dia. Selain itu, Sholikhah mengusulkan pembangunan gedung khusus untuk kegiatan pembuatan batik khas Betawi. Gedung itu nantinya akan menjadi tempat edukasi sekaligus pusat produksi. Sehingga, pengunjung dapat melihat langsung proses membatik khas Betawi maupun membeli produk hasil karya pengrajin lokal. “Kita pingin ada dibangun gedung untuk disana ada pembatikkan Betawi,” kata Solikhah. Ia juga mendorong pembangunan pusat kuliner Betawi yang akan menyajikan makanan dan minuman khas, seperti kerak telor, soto Betawi, bir pletok, tauge goreng dan lainnya. Keberadaan pusat kuliner itu diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal hingga mancanegara. “Kalau saya mau makan tauge goreng ke Setu Babakan, kalau mencari oleh-oleh Betawi ke Setu Babakan,” tukas Solikhah. (yla/df)

Komisi E DPRD DKI Jakarta mendorong Dinas Kebudayaan DKI Jakarta memodernisasi kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan. Hal tersebut menjadi usulan pimpinan dan anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta usai meninjau Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, Rabu (8/10). Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Solikhah mengatakan, modernisasi agar kawasan cagar budaya tersebut dapat terus menarik minat Modernisasi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan

https://opac.ubpkarawang.ac.id/ https://ejournal.atds.ac.id/ https://home.syafana.sch.id nagitabet Jayaslot idrok c8vip rr777 jkt88 jktwin evip3 rp55 rpvip3 st789 Menangbet na777 svip9 duit8 1toto TOTO919 https://arjunawijaya.prospectpublishing.id/ toto919 https://isleofideas.com/2011/07/13/the-art-of-sleeping/