Lengkapi Layanan Bus Jabodetabek dengan Park and Ride
Rencana Pemprov DKI memperluas jangkauan layanan Bus Transjabodetabek secara massif menuai dukungan dari legislator di Komisi B. Langkah strategis itu menjadi cara mengurai simpul kemacetan.
Menurut Anggota Komisi B Ade Suherman, pemerintah provinsi bersama DPRD mendorong peralihan mobilitas warga dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Khususnya bagi warga yang berasal dari luar Jakarta. “Saya sangat mendukung rencana tersebut,” ujar dia, Selasa (20/1).
Ketersediaan moda transportasi terjangkau dan saling terhubung, kata Ade, merupakan solusi mutlak bagi warga komuter.
“Saat ini sudah ada layanan dari arah Bogor, dan jika ditambah hingga ke bandara tentu akan sangat baik,” ucap dia.
Dengan begitu, harap Ade, masyarakat semakin tertarik menggunakan transportasi umum. Perluasan rute bisa berbarengan dengan pembangunan fasilitas park and ride yang mumpuni di titik-titik strategis.
Keberadaan angkutan pengumpan atau feeder di wilayah masing-masing juga krusial untuk memastikan integrasi transportasi berjalan dengan paripurna.
“Sehingga masyarakat bisa memarkir kendaraan pribadinya, lalu melanjutkan perjalanan dengan transportasi umum,” tutur Ade.
“Ditambah dengan feeder dari wilayah masing-masing. Integrasi transportasi ini diharapkan dapat berjalan optimal,” tambah politisi PKS itu.
Ekspansi layanan transportasi tidak sekadar memindahkan orang, melainkan berdampak signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup.
Dengan sistem yang terintegrasi, lanjut Ade, target mengurangi kemacetan, menekan polusi udara, dan mewujudkan Jakarta yang lebih tertata.
“Diharapkan dapat tercapai,” pungkas Ade. (red)


