Perkuat Infrastruktur Pengendalian Banjir January 29, 2026 5:58 pm Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menegaskan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tidak bisa sebagai satu-satunya andalan mengendalikan banjir. Menurut dia, Pemprov DKI tetap harus memperkuat pembenahan infrastruktur pengendalian banjir secara menyeluruh dan berkelanjutan. Meskipun demikian, OMC dapat menjadi langkah mitigasi jangka pendek saat curah hujan tinggi, harus berimbang dengan perbaikan infrastruktur fisik. Mulai dari sistem drainase hingga pengelolaan sungai. “Bukan berarti semuanya kita mengandalkan modifikasi cuaca juga ya,” ujar Yuke di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (28/1). Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike. (dok.DDJP) Pemprov DKI, tutur Yuke, sejatinya telah membangun infrastruktur pengendalian banjir secara masif. Mulai dari drainase mikro, waduk, polder, hingga tanggul pantai. Akan tetapi, tantangan di lapangan masih cukup besar. Terutama karena Jakarta memiliki 13 aliran sungai dengan berbagai persoalan yang belum sepenuhnya tertangani. Seperti pendangkalan sungai di kawasan permukiman penduduk. Penanganannya keterbatasan alat berat untuk menjangkau saluran air berukuran sempit. Proses pengerukan tidak optimal. “Tidak tidak lancar karena banyak kendala juga kalau kita lihat. Kali-kali kecil itu mengalami pendangkalan. Sedangkan alat berat itu tidak bisa masuk,” ungkap Yuke. Karena itu, ia mendorong Pemprov DKI mencari solusi alternatif. Termasuk penggunaan alat pengerukan yang lebih fleksibel atau portable. Dengan demikian, mampu menangani pendangkalan sungai kecil secara berkala. Tanpa harus menunggu kondisi semakin parah. Selain aspek teknis, lanjut dia, harus ada penataan ruang yang lebih tegas. Hingga kini, masih banyak bangunan yang berdiri terlalu dekat, bahkan di atas saluran air. Kondisi itu memperparah risiko banjir. Dengan pembenahan infrastruktur yang konsisten dan terintegrasi, harap Yuke, pengendalian banjir di Jakarta tidak hanya bersifat reaktif. Namun mampu memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat. “Itu juga harus kita perhatikan betul,” pungkas Yuke. (yla/df)

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menegaskan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tidak bisa sebagai satu-satunya andalan mengendalikan banjir.

Menurut dia, Pemprov DKI tetap harus memperkuat pembenahan infrastruktur pengendalian banjir secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Meskipun demikian, OMC dapat menjadi langkah mitigasi jangka pendek saat curah hujan tinggi, harus berimbang dengan perbaikan infrastruktur fisik. Mulai dari sistem drainase hingga pengelolaan sungai.

“Bukan berarti semuanya kita mengandalkan modifikasi cuaca juga ya,” ujar Yuke di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (28/1).

Pemprov DKI, tutur Yuke, sejatinya telah membangun infrastruktur pengendalian banjir secara masif. Mulai dari drainase mikro, waduk, polder, hingga tanggul pantai.

Akan tetapi, tantangan di lapangan masih cukup besar. Terutama karena Jakarta memiliki 13 aliran sungai dengan berbagai persoalan yang belum sepenuhnya tertangani.

Seperti pendangkalan sungai di kawasan permukiman penduduk. Penanganannya keterbatasan alat berat untuk menjangkau saluran air berukuran sempit. Proses pengerukan tidak optimal.

“Tidak tidak lancar karena banyak kendala juga kalau kita lihat. Kali-kali kecil itu mengalami pendangkalan. Sedangkan alat berat itu tidak bisa masuk,” ungkap Yuke.

Karena itu, ia mendorong Pemprov DKI mencari solusi alternatif. Termasuk penggunaan alat pengerukan yang lebih fleksibel atau portable.

Dengan demikian, mampu menangani pendangkalan sungai kecil secara berkala. Tanpa harus menunggu kondisi semakin parah.

Selain aspek teknis, lanjut dia, harus ada penataan ruang yang lebih tegas. Hingga kini, masih banyak bangunan yang berdiri terlalu dekat, bahkan di atas saluran air. Kondisi itu memperparah risiko banjir.

Dengan pembenahan infrastruktur yang konsisten dan terintegrasi, harap Yuke, pengendalian banjir di Jakarta tidak hanya bersifat reaktif. Namun mampu memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat.

“Itu juga harus kita perhatikan betul,” pungkas Yuke. (yla/df)