Demonstrasi Harus Damai dan Bermartabat February 5, 2026 1:00 pm Gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menyisakan keprihatinan mendalam. Di sejumlah daerah, aspirasi rakyat yang semestinya menjadi wujud kebebasan berpendapat, justru berujung pada kerusuhan. Bahkan, terjadi kerusakan fasilitas umum hingga korban jiwa, baik dari kalangan pendemo, warga sipil, maupun kepolisian. “Fenomena ini menjadi pengingat bahwa dalam demokrasi, ruang ekspresi tidak boleh berubah menjadi panggung anarkisme,” ujar Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Muhammad Ongen Sangaji, beberapa waktu lalu. Di tengah situasi penuh ketegangan, kata Ongen, suara para tokoh agama dan masyarakat harus tampil sebagai cahaya penuntun. Politisi Partai NasDem itu juga menuturkan, Presiden Prabowo Subianto merangkul 16 Ormas Islam untuk duduk bersama untuk membicarakan tantangan bangsa. Momentum itu, lanjut Ongen, memberi pesan penting. Bangsa Indonesia masih memiliki banyak penyangga moral yang siap menjaga persaudaraan di tengah badai. Oleh karena itu, seruan para tokoh agar demonstrasi berlangsung damai dan bermartabat patut menjadi pedoman. “Aspirasi yang benar harus disalurkan dengan cara yang benar. Aparat pun dituntut menghadirkan pendekatan persuasif dan humanis,” tukas Ongen. (stw/df)

Gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menyisakan keprihatinan mendalam.

Di sejumlah daerah, aspirasi rakyat yang semestinya menjadi wujud kebebasan berpendapat, justru berujung pada kerusuhan.

Bahkan, terjadi kerusakan fasilitas umum hingga korban jiwa, baik dari kalangan pendemo, warga sipil, maupun kepolisian.

“Fenomena ini menjadi pengingat bahwa dalam demokrasi, ruang ekspresi tidak boleh berubah menjadi panggung anarkisme,” ujar Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Muhammad Ongen Sangaji, beberapa waktu lalu.

Di tengah situasi penuh ketegangan, kata Ongen, suara para tokoh agama dan masyarakat harus tampil sebagai cahaya penuntun.

Politisi Partai NasDem itu juga menuturkan, Presiden Prabowo Subianto merangkul 16 Ormas Islam untuk duduk bersama untuk membicarakan tantangan bangsa.

Momentum itu, lanjut Ongen, memberi pesan penting. Bangsa Indonesia masih memiliki banyak penyangga moral yang siap menjaga persaudaraan di tengah badai.

Oleh karena itu, seruan para tokoh agar demonstrasi berlangsung damai dan bermartabat patut menjadi pedoman.

“Aspirasi yang benar harus disalurkan dengan cara yang benar. Aparat pun dituntut menghadirkan pendekatan persuasif dan humanis,” tukas Ongen. (stw/df)