Rany Sebut IIMS 2026 sebagai Penggerak Perekonomian dan Industri Otomotif Nasional
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani mengapresiasi penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang berkontribusi positif terhadap pertumbuhan perekonomian. Khususnya sektor industri otomotif.
Rany mengungkapkan hal itu usai menghadiri Opening Ceremony IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2).
Rany menilai, IIMS 2026 menunjukkan perkembangan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Baik dari sisi skala pameran maupun jumlah keterlibatan pelaku industri.
Menurut dia, hal itu mencerminkan kuatnya sektor otomotif sebagai salah satu motor penggerak ekonomi.
“Luar biasa, tadi sudah dilaporkan memang IIMS kali ini memang lebih besar ya lebih besar, lebih banyak lagi kendaraan-kendaraan, merk-merk kendaraan yang bergabung,” kata dia.
Ia menyebutkan, sebanyak 62 merek kendaraan roda empat dan roda dua mengikuti IIMS 2026. Terdapat pula sekitar 190 tenant pendukung.
Tingginya partisipasi tersebut mampu mendorong aktivitas ekonomi. Mulai dari industri manufaktur, perdagangan, hingga sektor jasa.
Rany juga menyoroti beragam kegiatan pendamping yang hadir selama pameran berlangsung. Rangkaian acara tersebut menarik minat pengunjung dan berdampak pada perputaran ekonomi. Termasuk sektor pariwisata dan UMKM.
“Banyak sekali juga ada giat-giat pendampingnya ada hiburan, ada sarana olahraga dan lain-lain,” kata Rany.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya menegaskan, sektor otomotif merupakan salah satu sektor strategis dalam perekonomian nasional.
Besarnya investasi di sektor otomotif, kata dia, memiliki dampak berantai (multiplier effect) yang kuat terhadap sektor lainnya.
“Bisa meningkatkan perekonomian karena saya tidak akan terlalu bosan-bosan menyampaikan bahwa sektor otomotif, sektor yang terbesar, memiliki power linkage dan juga network linkage-nya,” kata dia.
Agus Gumiwang optimistis prospek ekonomi Indonesia ke depan semakin memperkuat daya beli masyarakat. Mendorong pertumbuhan industri, termasuk otomotif.
“Kita dalam waktu dekat ini akan menjadi harapan kita akan menjadi negara dengan ekonomi kuat dan ekonomi besar kelima atau ke tujuh di dunia,” kata dia. (yla/df)


