Siswa Sekolah Butuh Pendidikan Mitigasi Bencana
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Desie Christhyana Sari menyoroti penguatan pendidikan mitigasi bencana bagi siswa sekolah. Secara menyeluruh, lewat pembelajaran di sekolah.
Dorongan tersebut muncul seiring karakter Jakarta sebagai kota padat penduduk dengan risiko bencana beragam. Mulai dari banjir, kebakaran permukiman, hingga potensi gempa bumi.
Di sisi lain, siswa sekolah juga menghadapi tantangan ruang digital yang semakin kompleks dalam keseharian.
Dalam pandangan Desie, siswa perlu pembekalan pemahaman keselamatan publik. Kesiapsiagaan bencana sejak dini mampu merespons situasi darurat secara tepat. Baik di lingkungan sekolah maupun permukiman.
“Saya mendukung pendidikan keselamatan publik, mitigasi bencana perkotaan, dan literasi digital diberikan secara serius kepada siswa Jakarta,” ujar Desie, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, kebutuhan tersebut bersifat nyata karena pelajar Jakarta hidup di wilayah dengan tingkat risiko tinggi. Sekaligus aktif dalam penggunaan teknologi digital.
“Ini kebutuhan riil bagi anak-anak Jakarta yang sehari-hari menghadapi potensi bencana dan tantangan di ruang digital,” jelas Desie.
Desie menjelaskan, pembelajaran mitigasi bencana perlu bersifat aplikatif dan dekat dengan kehidupan siswa.
Seperti pengenalan jalur evakuasi, respons saat banjir atau kebakaran, keselamatan berlalu lintas, penggunaan transportasi umum, hingga etika berinteraksi di ruang digital.
Sebagai anggota Komisi E, Desie menyatakan akan mendorong penguatan kebijakan pendidikan agar materi tersebut tidak hanya bersifat insidental. Namun terintegrasi dalam ekosistem pembelajaran di Jakarta.
“Kami akan mendorong Dinas Pendidikan DKI Jakarta agar pembelajaran siswa lebih kontekstual dengan kehidupan perkotaan dan risiko yang dihadapi,” pungkas Desie. (all/df)


