Ekonomi Kreatif, Fondasi Masa Depan Jakarta February 13, 2026 1:45 pm Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo menilai, sektor ekonomi kreatif menjadi fondasi penting masa depan pembangunan ekonomi Jakarta. Kontribusi ekonomi kreatif yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi Jakarta menjadi modal memperkuat posisi Jakarta di tingkat nasional maupun global. Rio menyampaikan, ekonomi kreatif saat ini telah menyumbang sekitar 10 persen terhadap total aktivitas ekonomi Jakarta. Kontribusi tersebut menunjukkan sektor ekonomi kreatif telah mengakar. Perlu penguatan dengan dukungan kebijakan yang berkelanjutan. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo. (dok.DDJP) “Itu menunjukkan sektor ini sudah memiliki peran signifikan,” jelas Rio. Sebagai kota besar dan kota global, Rio menilai, potensi ekonomi kreatif Jakarta tidak berhenti pada capaian saat ini. Dengan pengelolaan yang tepat, kontribusi sektor tersebut masih dapat terus meningkat. “Ke depan kontribusi ekonomi kreatif bisa jauh lebih besar jika tahapan dan fase pembesaran aktivitasnya terus disemarakkan,” terang Rio. Penguatan ekonomi kreatif Jakarta sejalan dengan capaian nasional. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebutkan Provinsi DKI Jakarta masuk tiga besar daerah dengan kontribusi terbesar terhadap investasi dan ekspor ekonomi kreatif nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Oktober 2025, realisasi investasi ekonomi kreatif nasional telah mencapai 97 persen dari target Rp136 triliun. DKI Jakarta tercatat sebagai salah satu kontributor utama, seiring capaian ekspor ekonomi kreatif yang telah melampaui target nasional. Teuku menilai, capaian tersebut menunjukkan ekonomi kreatif memiliki potensi besar sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. “Capaian ini menunjukkan ekonomi kreatif berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Teuku. Teuku juga menyampaikan, Jakarta akan menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy pada Oktober 2026. Penunjukan itu sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi kreatif dunia. Selain investasi dan ekspor, sektor ekonomi kreatif juga menunjukkan kinerja positif dari sisi penyerapan tenaga kerja. Secara nasional, jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif telah mencapai 27,4 juta orang dan melampaui target tahun 2025. Rio menambahkan, Jakarta harus momentum global untuk memperkuat produktivitas ekonomi dan pemerataan manfaat ekonomi bagi warga. “Mendorong produktivitas sekaligus menghadirkan keadilan ekonomi bagi seluruh warga Jakarta,” tukas Rio. (all/df)

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo menilai, sektor ekonomi kreatif menjadi fondasi penting masa depan pembangunan ekonomi Jakarta.

Kontribusi ekonomi kreatif yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi Jakarta menjadi modal memperkuat posisi Jakarta di tingkat nasional maupun global.

Rio menyampaikan, ekonomi kreatif saat ini telah menyumbang sekitar 10 persen terhadap total aktivitas ekonomi Jakarta.

Kontribusi tersebut menunjukkan sektor ekonomi kreatif telah mengakar. Perlu penguatan dengan dukungan kebijakan yang berkelanjutan.

“Itu menunjukkan sektor ini sudah memiliki peran signifikan,” jelas Rio.

Sebagai kota besar dan kota global, Rio menilai, potensi ekonomi kreatif Jakarta tidak berhenti pada capaian saat ini.

Dengan pengelolaan yang tepat, kontribusi sektor tersebut masih dapat terus meningkat. “Ke depan kontribusi ekonomi kreatif bisa jauh lebih besar jika tahapan dan fase pembesaran aktivitasnya terus disemarakkan,” terang Rio.

Penguatan ekonomi kreatif Jakarta sejalan dengan capaian nasional. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebutkan Provinsi DKI Jakarta masuk tiga besar daerah dengan kontribusi terbesar terhadap investasi dan ekspor ekonomi kreatif nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Oktober 2025, realisasi investasi ekonomi kreatif nasional telah mencapai 97 persen dari target Rp136 triliun.

DKI Jakarta tercatat sebagai salah satu kontributor utama, seiring capaian ekspor ekonomi kreatif yang telah melampaui target nasional.

Teuku menilai, capaian tersebut menunjukkan ekonomi kreatif memiliki potensi besar sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Capaian ini menunjukkan ekonomi kreatif berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Teuku.

Teuku juga menyampaikan, Jakarta akan menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy pada Oktober 2026.

Penunjukan itu sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi kreatif dunia.

Selain investasi dan ekspor, sektor ekonomi kreatif juga menunjukkan kinerja positif dari sisi penyerapan tenaga kerja.

Secara nasional, jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif telah mencapai 27,4 juta orang dan melampaui target tahun 2025.

Rio menambahkan, Jakarta harus momentum global untuk memperkuat produktivitas ekonomi dan pemerataan manfaat ekonomi bagi warga.

“Mendorong produktivitas sekaligus menghadirkan keadilan ekonomi bagi seluruh warga Jakarta,” tukas Rio. (all/df)