Legislator Apresiasi Program Bedah Rumah February 19, 2026 2:03 pm Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhammad Thamrin mengapresiasi pemerintah provinsi melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang telah melaksanakan Program Bedah Rumah di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (18/2). Thamrin mengatakan, program tersebut terselenggara dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari hasil kolektif, Membantu warga disabilitas yang kurang mampu. “Patut diacungi jempol. Lewat aksi bedah rumah ini, mereka menunjukkan sisi humanis yang luar biasa,” ujar Thamrin, Kamis (19/2). Melihat hal itu, Thamrin mengusulkan, Pemprov DKI Jakarta agar menyediakan celengan sosial di masing-masing kantor dinas. Sehingga ketika ada rumah warga yang perlu perbaikan, dapat lebih cepat. Tanpa antre birokrasi anggaran. “Saya sangat mendukung kalau cara gotong royong seperti ini dicontoh oleh dinas-dinas lain di Jakarta,” ungkap Thamrin. Hal itu, lanjut Thamrin, menjadi solusi untuk warga yang butuh tempat tinggal layak huni. “Aksi ini juga bikin hubungan antara petugas pemerintah dan rakyat jadi lebih adem dan akrab karena ada rasa saling peduli,” tambahnya. Selain itu, Thamrin mengusulkan renovasi meyesuaikan desain dengan kebutuhan penghuni disabilitas. Mengingat rumah dua lantai. “Desainnya harus benar-benar dipikirkan supaya mereka tidak kesulitan naik-turun atau beraktivitas,” kata Thamrin. Selain itu, Thamrin menekankan agar transparansi dana harus dijaga secara baik. Termasuk pemilihan penerima bantuan yang harus benar-benar tepat sasaran. Supaya tidak ada kecemburuan sosial. “Kalau program ini konsisten dan dibarengi bantuan modal usaha kecil-kecilan, dampaknya pasti bakal luar biasa buat masa depan warga tersebut,” pungkas dia. Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan program Bedah Rumah bagi warga disabilitas kurang mampu di Cengkareng, Jakarta Barat. Program tersebut diinisiasi secara swadaya melalui donasi internal anggota Satpol PP DKI Jakarta. Program humanis itu menargetkan pembangunan ulang rumah tidak layak huni seluas 33 meter persegi menjadi hunian dua lantai dalam waktu dua bulan dengan harapan dapat diduplikasi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. “Program ini buka sekedar memperbaiki bangunan fisik, tetapi menghadirkan harapan baru bagi warga yang membutuhkan,” kata Rano di Jalan Ukir, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (18/2). (apn/df)

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhammad Thamrin mengapresiasi pemerintah provinsi melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang telah melaksanakan Program Bedah Rumah di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (18/2).

Thamrin mengatakan, program tersebut terselenggara dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari hasil kolektif, Membantu warga disabilitas yang kurang mampu.

“Patut diacungi jempol. Lewat aksi bedah rumah ini, mereka menunjukkan sisi humanis yang luar biasa,” ujar Thamrin, Kamis (19/2).

Melihat hal itu, Thamrin mengusulkan, Pemprov DKI Jakarta agar menyediakan celengan sosial di masing-masing kantor dinas.

Sehingga ketika ada rumah warga yang perlu perbaikan, dapat lebih cepat. Tanpa antre birokrasi anggaran.

“Saya sangat mendukung kalau cara gotong royong seperti ini dicontoh oleh dinas-dinas lain di Jakarta,” ungkap Thamrin.

Hal itu, lanjut Thamrin, menjadi solusi untuk warga yang butuh tempat tinggal layak huni. “Aksi ini juga bikin hubungan antara petugas pemerintah dan rakyat jadi lebih adem dan akrab karena ada rasa saling peduli,” tambahnya.

Selain itu, Thamrin mengusulkan renovasi meyesuaikan desain dengan kebutuhan penghuni disabilitas. Mengingat rumah dua lantai.

“Desainnya harus benar-benar dipikirkan supaya mereka tidak kesulitan naik-turun atau beraktivitas,” kata Thamrin.

Selain itu, Thamrin menekankan agar transparansi dana harus dijaga secara baik. Termasuk pemilihan penerima bantuan yang harus benar-benar tepat sasaran.

Supaya tidak ada kecemburuan sosial. “Kalau program ini konsisten dan dibarengi bantuan modal usaha kecil-kecilan, dampaknya pasti bakal luar biasa buat masa depan warga tersebut,” pungkas dia.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan program Bedah Rumah bagi warga disabilitas kurang mampu di Cengkareng, Jakarta Barat.

Program tersebut diinisiasi secara swadaya melalui donasi internal anggota Satpol PP DKI Jakarta.

Program humanis itu menargetkan pembangunan ulang rumah tidak layak huni seluas 33 meter persegi menjadi hunian dua lantai dalam waktu dua bulan dengan harapan dapat diduplikasi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

“Program ini buka sekedar memperbaiki bangunan fisik, tetapi menghadirkan harapan baru bagi warga yang membutuhkan,” kata Rano di Jalan Ukir, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (18/2). (apn/df)