Harga Sembako di Awal Ramadan Stabil
Mulai awal Ramadhan 1447 Hijriyah, harga sejumlah kebutuhan pokok (Sembako) mengalami kenaikan. Namun, pemerintah mmemastikan harganya masif relatif stabil.
Pemerintah juga menyiapkan langkah-langkah antisipatif. Mengendalikan gejolak pasar. Demikian ungkap Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh, Jumat (21/2/2026).
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, mayoritas harga sembak tercatat merangkak naik.
Cabe rawit merah naik 9,54 persen menjadi Rp.83.850 per kilogram. Cabe merah keriting juga mulai naik 8,16 persen menjadi Rp.50.350 per kilogram.
Demikian pula harga bawang merah, naik 5,68 persen menjadi Rp.46.500 per kilogram, bawang putih ukuran sedang naik 1,35 persen menjadi Rp.41.3650 per kilogram.
Begitu pula dengan beras kualitas bawah tercatat naik 3,13 persen menjadi Rp.14.650 per kilogram.
“Sedangkan beras kualitas bawah II naik 4,55 persen menjadi Rp.15.100 per kilogram,” ujar Nova.
Di sisi lain, Anggota Komsii B Wa Ode Herlina mengemukakan, kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam ras, 2,18 persen menjadi Rp.42.150 per kilogram.
Sementara daging sapi kualitas I meningkat 1,74 persen menjadi Rp.145.900 per kilogram. Sedangkan daging sapi kualitas II naik 2,83 persen menjadi 139.400/kg.
Menanggapi kondisi harga tersebut, Wakil Ketua Komisi B Wahyu Dewanto menegaskan, akan terus memantau pergerakan harga.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, masih terdapat sejumlah komoditas yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Meski secara umum harga bahan pokok tersebut dinilai relatif stabil,” ungkap Wahyu. (stw/df)
Produk DPRD
Berita Terbaru


