Penumpukan Sampah Disorot Legislator
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Inad Luciawaty menambahkan, persoalan sampah memerlukan perhatian serius dari pihak pemangku kebijakan.
Menurut dia, di sejumlah lokasi masih terlihat penumpukan sampah. Karena itu, ia meminta jajaran Dinas Lingkungan Hidup untuk menindaklanjuti.
Inad mengungkapkan hal itu pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Selain itu, harap Inad, para kader Jumantik tidak hanya bekerja mencari sarang nyamuk. “Tapi juga bisa meningkatkan kesadaran agar warga melaksanakan PSN mandiri,” ujar dia, Rabu (25/2).
Dalam kegiatan tersebut juga membahas sebanyak 313 usulan. Di antaranya, sebanyak 216 usulan akan menjadi usulan ke Musrenbang tingkat kota.
Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya mengatakan, sebanyak 313 usulan dari tujuh kelurahan yang dibahas terdiri 284 usulan pembangunan fisik dan 29 usulan pembangunan non fisik.
Disepakati 216 usulan untuk diteruskan ke tingkat kota. “Mayoritas usulan ditujukan ke SDA dan Bina Marga. Selebihnya ada usulan yang ditujukan ke PPAPP, Sosial, Kebudayaan dan lain-lain,” kata dia, Rabu (25/2).
Raditian mengakui, selama ini kawasan Jalan Tubagus Angke, Jelambar dan Jalan Jelambar Baru, masih menjadi kawasan rawan tergenang.
Menurut dia, kontur geografis cekungan menyebabkan kawasan itu kerap tergenang antara 30-50 sentimeter saat terjadi hujan deras atau Kali Angke meluap.
Karena itu, Raditian menegaskan, normalisasi sejumlah saluran dan kali menjadi salah satu prioritas usulan dalam Musrenbang Kecamatan Grogol Petamburan.
Selain itu, upaya penanggulangan kebakaran dan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) juga menjadi prioritas pembangunan di wilayahnya.
“Dari proses pembahasan yang dilakukan, disepakati 216 usulan untuk diteruskan ke tingkat kota. Kita akan terus dorong agar bisa direalisasikan tahun depan,” tegas dia.
Wakil Walikota Jakarta Barat Yuli Hartono menambahkan, masih ada waktu perbaikan hingga beberapa hari ke depan.
Hal itu terkait usulan yang tidak terakomodir lantaran kesalahan input. Bisa dengan mengajukan surat untuk revisi ke tingkat kota.
Harapannya, proses Musrenbang ini bisa memastikan seluruh aspirasi warga sesuai arah pembangunan Jakarta sebagai top kota global dunia bisa terfasilitasi.
Tidak hanya mengentaskan banjir dan kumuh, diharapkan tahapan Musrenbang juga bisa mengakomodir peningkatan infrastruktur transportasi serta kesejahteraan warga.
“Kita ingin melangkah menuju kota global. Masih ada tiga hari lagi, kalau masih ada yang belum terakomodir masih bisa, tinggal bersurat saja ke wali kota,” ucap dia. (red)
Produk DPRD
Berita Terbaru


