Aspek Keselamatan Transjakarta Jadi Sorotan Komisi B March 4, 2026 5:50 pm Komisi B DPRD DKI Jakarta menyoroti aspek keselamatan operasional PT Transportasi Jakarta dalam rapat pembahasan Pra Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Pra-RKPD) Tahun 2027 bersama sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Rabu (4/3). Sorotan tersebut muncul setelah insiden kecelakaan dua armada di Koridor 13 yang sempat menjadi perhatian publik dan dibahas dalam rapat Komisi B. Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh mengatakan, insiden tersebut harus menjadi evaluasi serius bagi pengelola transportasi publik di Jakarta. “Insiden itu harus menjadi cambuk bagi Transjakarta agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Nova. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh. (dok.DDJP) Ia menegaskan, keselamatan penumpang menjadi aspek yang tidak dapat ditawar. Mengingat Transjakarta setiap hari melayani jutaan warga Jakarta. “Transjakarta membawa sekitar 1,3 juta penumpang setiap hari sehingga aspek keselamatan harus benar-benar ditingkatkan,” tegas Nova. Komisi B juga menyoroti sejumlah faktor yang perlu perhatian. Mulai dari kesiapan pengemudi hingga sistem pengawasan operasional. “Kami juga menanyakan apakah sistem pengawasan melalui Command Center sudah berjalan optimal atau belum,” ungkap Nova. Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Eli Suharini Eliawati menyampaikan, insiden tersebut telah menjadi perhatian pemerintah daerah dan langsung dievaluasi. “Dengan adanya insiden kemarin, gubernur sudah memberikan arahan kepada kami dan hal itu menjadi bahan introspeksi bagi Transjakarta dan jajarannya,” kata Eli. Selain faktor kesalahan manusia, Pemprov DKI juga mengevaluasi sejumlah aspek teknis lainnya dalam operasional armada. “Kami juga melihat faktor umur kendaraan, fasilitas istirahat pengemudi, serta pengaturan jam kerja yang menjadi perhatian,” pungkas dia. Komisi B DPRD DKI Jakarta memastikan evaluasi terhadap operasional Transjakarta akan terus dilakukan melalui rapat kerja lanjutan bersama BUMD terkait guna memperkuat standar keselamatan transportasi publik di Jakarta. (all/df)

Komisi B DPRD DKI Jakarta menyoroti aspek keselamatan operasional PT Transportasi Jakarta dalam rapat pembahasan Pra Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Pra-RKPD) Tahun 2027 bersama sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Rabu (4/3).

Sorotan tersebut muncul setelah insiden kecelakaan dua armada di Koridor 13 yang sempat menjadi perhatian publik dan dibahas dalam rapat Komisi B.

Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh mengatakan, insiden tersebut harus menjadi evaluasi serius bagi pengelola transportasi publik di Jakarta.

“Insiden itu harus menjadi cambuk bagi Transjakarta agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Nova.

Ia menegaskan, keselamatan penumpang menjadi aspek yang tidak dapat ditawar. Mengingat Transjakarta setiap hari melayani jutaan warga Jakarta.

“Transjakarta membawa sekitar 1,3 juta penumpang setiap hari sehingga aspek keselamatan harus benar-benar ditingkatkan,” tegas Nova.

Komisi B juga menyoroti sejumlah faktor yang perlu perhatian. Mulai dari kesiapan pengemudi hingga sistem pengawasan operasional.

“Kami juga menanyakan apakah sistem pengawasan melalui Command Center sudah berjalan optimal atau belum,” ungkap Nova.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Eli Suharini Eliawati menyampaikan, insiden tersebut telah menjadi perhatian pemerintah daerah dan langsung dievaluasi.

“Dengan adanya insiden kemarin, gubernur sudah memberikan arahan kepada kami dan hal itu menjadi bahan introspeksi bagi Transjakarta dan jajarannya,” kata Eli.

Selain faktor kesalahan manusia, Pemprov DKI juga mengevaluasi sejumlah aspek teknis lainnya dalam operasional armada.

“Kami juga melihat faktor umur kendaraan, fasilitas istirahat pengemudi, serta pengaturan jam kerja yang menjadi perhatian,” pungkas dia.

Komisi B DPRD DKI Jakarta memastikan evaluasi terhadap operasional Transjakarta akan terus dilakukan melalui rapat kerja lanjutan bersama BUMD terkait guna memperkuat standar keselamatan transportasi publik di Jakarta. (all/df)