DPRD DKI Dukung Pemerataan Bantuan untuk Pemuka Agama dan Tempat Ibadah March 17, 2026 7:27 pm Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengapresiasi komitmen pemerintah provinsi mendukung pemuka agama dan tempat ibadah di Jakarta. Khoirudin menyampaikan hal itu usai menghadiri buka puasa bersama alim ulama di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (17/3). Khoirudin menilai dukungan tersebut tercermin dalam berbagai program bantuan yang telah berjalan. Termasuk bantuan operasional tempat ibadah (BOTI) serta dukungan kegiatan keagamaan. “Secara anggaran, keberpihakan pemerintah kepada para kiai cukup signifikan,” ujar Khoirudin. “Biaya operasional tempat ibadah dan umrah untuk marbut sudah dianggarkan melalui APBD,” tambah Khoirudin. Khoirudin menegaskan, bantuan tersebut diberikan lintas agama sebagai bentuk keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Jakarta. “Bantuan tersebut tidak hanya untuk masjid, tetapi juga gereja, vihara, dan tempat ibadah lainnya,” jelas Khoirudin. Sementara itu, Wakil Gubernur Rano Karno memaparkan berbagai program bantuan yang telah disalurkan pemerintah kepada pemuka agama dan pengelola tempat ibadah. “Bantuan operasional tempat ibadah atau BOTI telah disalurkan. Insentif bagi imam masjid, guru ngaji masjid, guru ngaji musala, marbot masjid, serta petugas pemulasaran jenazah juga telah diberikan,” terang Rano. Rano menambahkan, dukungan tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi para pemuka agama yang berperan di masyarakat. “Bentuk penghargaan kepada mereka yang selama ini menjaga kehidupan keagamaan,” ujar Rano. Ke depan, harap Khoirudin, distribusi bantuan dapat semakin optimal. Sehingga seluruh tempat ibadah di Jakarta dapat merasakan manfaatnya. “Mudah-mudahan ke depan layanan bantuan operasional tempat ibadah akan semakin masif,” pungkas Khoirudin. (all/df)

Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengapresiasi komitmen pemerintah provinsi mendukung pemuka agama dan tempat ibadah di Jakarta.

Khoirudin menyampaikan hal itu usai menghadiri buka puasa bersama alim ulama di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (17/3).

Khoirudin menilai dukungan tersebut tercermin dalam berbagai program bantuan yang telah berjalan. Termasuk bantuan operasional tempat ibadah (BOTI) serta dukungan kegiatan keagamaan.

“Secara anggaran, keberpihakan pemerintah kepada para kiai cukup signifikan,” ujar Khoirudin.

“Biaya operasional tempat ibadah dan umrah untuk marbut sudah dianggarkan melalui APBD,” tambah Khoirudin.

Khoirudin menegaskan, bantuan tersebut diberikan lintas agama sebagai bentuk keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Jakarta.

“Bantuan tersebut tidak hanya untuk masjid, tetapi juga gereja, vihara, dan tempat ibadah lainnya,” jelas Khoirudin.

Sementara itu, Wakil Gubernur Rano Karno memaparkan berbagai program bantuan yang telah disalurkan pemerintah kepada pemuka agama dan pengelola tempat ibadah.

“Bantuan operasional tempat ibadah atau BOTI telah disalurkan. Insentif bagi imam masjid, guru ngaji masjid, guru ngaji musala, marbot masjid, serta petugas pemulasaran jenazah juga telah diberikan,” terang Rano.

Rano menambahkan, dukungan tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi para pemuka agama yang berperan di masyarakat.

“Bentuk penghargaan kepada mereka yang selama ini menjaga kehidupan keagamaan,” ujar Rano.

Ke depan, harap Khoirudin, distribusi bantuan dapat semakin optimal. Sehingga seluruh tempat ibadah di Jakarta dapat merasakan manfaatnya.

“Mudah-mudahan ke depan layanan bantuan operasional tempat ibadah akan semakin masif,” pungkas Khoirudin. (all/df)