Ranperda SPAM, Bapemperda Soroti Tarif dan Subsidi

Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta menggelar rapat bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Selasa (5/5).

Pertemuan itu membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Ketua Bapemperda Abdul Aziz menyampaikan, rapat tersebut merupakan tahap awal pembahasan. Fokusnya, penelaahan pasal-pasal.

Pimpinan dan anggota Bapemperda memberikan masukan, kritik, dan saran terhadap substansi Ranperda. Khususnya terkait pengaturan tarif dan mekanisme subsidi bagi masyarakat.

“Kami berharap nanti di pembahasan berikutnya, masukan-masukan kami ini bisa diakomodir,” ujar Aziz.

Satu poin penting yang menjadi perhatian adalah penetapan tarif air minum agar tetap terjangkau. Tidak membebani masyarakat.

Selain itu, Aziz mengusulkan agar fasilitas sosial dan tempat ibadah mendapatkan perlakuan khusus. “Tadi ada masukan terkait dengan tarif, juga terkait dengan subsidi,” ucap Aziz.

Menurut dia, tempat ibadah seperti masjid harus dapat pembebasan biaya air. Mengingat fungsinya yang non-komersial dan kebutuhan air yang cukup besar.

“Tempat-tempat sosial ini harusnya digratiskan. Seperti masjid,” tegas Aziz.

Selain tempat ibadah, sektor pendidikan juga menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut. Sekolah serta fasilitas umum nonkomersial lainnya turut mendapatkan kebijakan serupa.

“Tempat berkumpul masyarakat tapi sifatnya tidak komersial,” tutur Aziz.

Pembahasan juga mencakup skema subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Mendorong pemerintah memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori rentan.

“Tadi ada masukan-masukan lain terkait dengan subsidi,” jelas Aziz.

Ia menambahkan, mekanisme pemberian subsidi dapat merujuk pada basis data kesejahteraan sosial yang ada saat ini.

“Apa nanti diatur melalui desil misalnya,” imbuh Aziz.

Bapemperda berharap, Ranperda SPAM mampu menjamin akses air bersih yang layak, merata, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Jakarta.

“Agar bisa masyarakat ini hidup layak dengan air bersih yang memang terjamin kualitasnya begitu,” pungkas Aziz. (gie/df)