Kota Jakarta butuh kolaborasi erat dengan daerah lain untuk masuk dalam 20 kota global. Demikian ungkap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino usai menjadi tamu dalam acara Urban Talks bertajuk “Menavigasi Masa Depan Kota Bersama” yang merupakan bagian dari rangkaian Jakarta Future Festival, Jumat (5/6). Wibi mencontohkan, penyelesaian masalah kemacetan. Tidak akan tuntas tanpa keterlibatan kota penyangga. Seperti, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kompleksitas persoalan Jakarta membutuhkan dukungan dari kota-kota lainnya. “Tentunya tidak bisa sendirian mengerjakan ini,” ujar Wibi di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Belum lagi, kata Wibi, dukungan daerah lain terkait dengan sektor ketahanan pangan. “Event Jakarta Future Festival, kita membuka jadi ruang kolaborasi yang cukup luas. Jakarta sebagai kolaborator hub,” ucap di. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino. (dok.ddjp) Ia berharap pemerataan pembangunan tidak lagi terpusat hanya di Jakarta. Kota-kota lain di Indonesia juga punya kesempatan yang sama. Menjadi leader menjalankan visi besar Indonesia mendatang. “Kita lihat di Cina kota-kota kecilnya itu itu, bahkan memiliki Grand Hyatt, gedung pecakar langit sendiri,” ungkap Wibi. Meski demikian, Wibi mengapresiasi kesiapan sejumlah kepala daerah, seperti walikota Semarang, Malang, dan Banda Aceh untuk bersinergi dengan Jakarta. Hal itu menjadi momentum baik untuk saling berkolaborasi membangun kota yang lebih maju. “Mereka membangun kotanya dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada,” kata Wibi. Bahkan dengan fiskal yang terbatas, masih terus upgrading sumber daya manusia. “Ini menjadi lesson learned bagi Jakarta, bagaimana nanti kita bisa membangun kota Jakarta ini bisa lebih hebat lagi,” pungkas dia. (apn/df)

Kota Jakarta butuh kolaborasi erat dengan daerah lain untuk masuk dalam 20 kota global. Demikian ungkap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino usai menjadi tamu dalam acara Urban Talks bertajuk “Menavigasi Masa Depan Kota Bersama” yang merupakan bagian dari rangkaian Jakarta Future Festival, Jumat (5/6).

Wibi mencontohkan, penyelesaian masalah kemacetan. Tidak akan tuntas tanpa keterlibatan kota penyangga. Seperti, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Kompleksitas persoalan Jakarta membutuhkan dukungan dari kota-kota lainnya. “Tentunya tidak bisa sendirian mengerjakan ini,” ujar Wibi di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Belum lagi, kata Wibi, dukungan daerah lain terkait dengan sektor ketahanan pangan. “Event Jakarta Future Festival, kita membuka jadi ruang kolaborasi yang cukup luas. Jakarta sebagai kolaborator hub,” ucap di.

Ia berharap pemerataan pembangunan tidak lagi terpusat hanya di Jakarta. Kota-kota lain di Indonesia juga punya kesempatan yang sama. Menjadi leader menjalankan visi besar Indonesia mendatang.

“Kita lihat di Cina kota-kota kecilnya itu itu, bahkan memiliki Grand Hyatt, gedung pecakar langit sendiri,” ungkap Wibi.

Meski demikian, Wibi mengapresiasi kesiapan sejumlah kepala daerah, seperti walikota Semarang, Malang, dan Banda Aceh untuk bersinergi dengan Jakarta.

Hal itu menjadi momentum baik untuk saling berkolaborasi membangun kota yang lebih maju. “Mereka membangun kotanya dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada,” kata Wibi.

Bahkan dengan fiskal yang terbatas, masih terus upgrading sumber daya manusia. “Ini menjadi lesson learned bagi Jakarta, bagaimana nanti kita bisa membangun kota Jakarta ini bisa lebih hebat lagi,” pungkas dia. (apn/df)