Peresmian Puskesmas Kecamatan Matraman, Rio: Paling Representatif dan Terbesar di DKI
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo menghadiri peresmian Puskesmas Kecamatan Matraman oleh Gubernur Pramono Anung di Jalan Galur Sari Timur, Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur.
Rio menilai, peresmian gedung Puskesmas Kecamatan Matraman menjadi momentum penting memperkuat peran Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer.
Selain menghadirkan fasilitas yang lebih representatif, keberadaan gedung baru mampu mendorong perubahan pola pembangunan kesehatan yang lebih berorientasi pada pencegahan penyakit.
Apalagi, menurut Rio, Puskesmas Kecamatan Matraman punya posisi strategis dalam mendukung penguatan sistem kesehatan daerah. Khususnya pada aspek promotif dan preventif yang selama ini menjadi fungsi utama puskesmas.
“Secara sarana-prasarana, ini Puskesmas paling representatif dan terbesar di DKI Jakarta tingkat kecamatan,” ujar Rio, Jumat (5/6).
Menurut dia, pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kualitas layanan pengobatan. Namun, kemampuan membangun kesadaran hidup sehat sejak dini.
Karena itu, harap Rio, keberadaan Puskesmas Matraman dapat menjadi penggerak kelahiran kembali budaya hidup sehat yang bertumpu pada kesadaran masyarakat. Menjaga kesehatan secara mandiri.
“Harapan kita, Puskesmas Kecamatan Matraman ini bisa memantik kembali gerakan kesehatan daerah yang bertumpu pada upaya kesehatan masyarakat,” ungkap Rio.
Ia juga menyatakamn, perlu penguatan pendekatan berbasis komunitas. Sehingga, manfaat pelayanan kesehatan semakin luas.
Optimalisasi tidak hanya pada pelayanan medis dan farmasi. Membangun jejaring relawan kesehatan juga mampu menjadi penghubung antara fasilitas kesehatan dan masyarakat.
“Kita harapkan lebih ke skala besar,” kata Rio.
Penguatan jejaring tersebut, lanjut dia, melalui kolaborasi dengan Posyandu Balita, Posyandu Lansia, serta berbagai kelompok kesehatan masyarakat yang aktif di lingkungan.
Kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini penyakit masih kurang. Kondisi tersebut menyebabkan angka pengobatan masih lebih tinggi berbanding upaya pencegahan.
“Khususnya Jakarta angka pengobatan jauh lebih besar ketimbang angka pencegahan,” tutur Rio.
Maka, pembahasan revisi Rancangan Peraturan Daerah tentang Sistem Kesehatan Daerah diharapkan memperhatikan penguatan kesehatan masyarakat. Termasuk peningkatan edukasi dan deteksi dini penyakit.
Penguatan fungsi Puskesmas Kecamatan Matraman, tambah Rio, dapat membangun sistem kesehatan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Menempatkan pencegahan sebagai prioritas utama. Menjadi contoh pengembangan layanan kesehatan primer yang mampu mendorong terbentuknya budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
“Semoga bisa memantik gerakan hidup sehat berbasis puskesmas,” pungkas Rio. (gie/df)
Produk DPRD
Berita Terbaru


