Sosialisasi AED, Sekretariat DPRD Perkuat Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar January 23, 2026 6:54 pm Sekretariat DPRD DKI Jakarta menggelar Sosialisasi Penggunaan Alat AED (Automated External Defibrillator) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), serta Tenaga Ahli (TA), Jumat (23/1). Dokter Umum Sekretariat DPRD DKI Jakarta dr. Annas Lantip Abdullah mengatakan, sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan pegawai dalam menghadapi kondisi darurat. Khususnya kasus henti jantung dan henti napas yang berpotensi terjadi di lingkungan perkantoran. “Alhamdulillah. Tadi kami sudah melakukan sosialisasi tentang penggunaan AED,” kata dia. Ia menegaskan, kegiatan itu sangat penting. Mengingat angka kejadian henti jantung dan henti napas di lingkungan perkantoran, sekolah, maupun gedung-gedung cukup tinggi. Karena itu, pemahaman mengenai pertolongan pertama menjadi hal krusial. Sebelum tenaga medis tiba di lokasi. “Sosialisasi ini diharapkan kita semua mengenal, tahu bagaimana caranya penolongan awal untuk kejadian-kejadian seperti itu,” kata dia. Annas mengungkapkan, sosialisasi tersebut memberikan pemahaman teknis penggunaan AED secara langsung. Mulai dari membuka alat, mengikuti instruksi suara dari perangkat, melepas dan menempelkan patch ke tubuh korban. Termasuk menunggu arahan selanjutnya dari alat tersebut hingga tenaga medis datang. Ia juga mengungkapkan, kini Sekretariat DPRD DKI Jakarta punya enam unit AED. Satu unit di klinik. Lainnya tersebar di gedung dewan. Ke depan, harap dia, seluruh pegawai Sekretariat DPRD punya pengetahuan dasar mengenai bantuan hidup dasar (basic life support). Dengan demikian, penanganan awal terhadap korban bisa secara cepat dan tepat. Sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan. “Jadi diharapkan itu semua orang itu wajib mengetahui bantuan hidup dasar,” tukas Annas. (yla/df)

Sekretariat DPRD DKI Jakarta menggelar Sosialisasi Penggunaan Alat AED (Automated External Defibrillator) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), serta Tenaga Ahli (TA), Jumat (23/1).

Dokter Umum Sekretariat DPRD DKI Jakarta dr. Annas Lantip Abdullah mengatakan, sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan pegawai dalam menghadapi kondisi darurat. Khususnya kasus henti jantung dan henti napas yang berpotensi terjadi di lingkungan perkantoran.

“Alhamdulillah. Tadi kami sudah melakukan sosialisasi tentang penggunaan AED,” kata dia.

Ia menegaskan, kegiatan itu sangat penting. Mengingat angka kejadian henti jantung dan henti napas di lingkungan perkantoran, sekolah, maupun gedung-gedung cukup tinggi.

Karena itu, pemahaman mengenai pertolongan pertama menjadi hal krusial. Sebelum tenaga medis tiba di lokasi.

“Sosialisasi ini diharapkan kita semua mengenal, tahu bagaimana caranya penolongan awal untuk kejadian-kejadian seperti itu,” kata dia.

Annas mengungkapkan, sosialisasi tersebut memberikan pemahaman teknis penggunaan AED secara langsung.

Mulai dari membuka alat, mengikuti instruksi suara dari perangkat, melepas dan menempelkan patch ke tubuh korban. Termasuk menunggu arahan selanjutnya dari alat tersebut hingga tenaga medis datang.

Ia juga mengungkapkan, kini Sekretariat DPRD DKI Jakarta punya enam unit AED. Satu unit di klinik. Lainnya tersebar di gedung dewan.

Ke depan, harap dia, seluruh pegawai Sekretariat DPRD punya pengetahuan dasar mengenai bantuan hidup dasar (basic life support).

Dengan demikian, penanganan awal terhadap korban bisa secara cepat dan tepat. Sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.

“Jadi diharapkan itu semua orang itu wajib mengetahui bantuan hidup dasar,” tukas Annas. (yla/df)