Jelang Ramadan, Komisi B Cek Pasokan dan Harga Pangan di Pasar Induk Kramat Jati
Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah Komisi B DPRD DKI Jakarta memantau dan mengecek ketersediaan pasokan hingga harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh memimpin kunjungan itu. Hadir Anggota Komisi B Taufik Zoelkifli, Muhammad Al Fatih, Ade Suherman, Wa Ode Herlina, Nurhasan, Andri Santosa, Ahmad Moetaba, Wita Susilowati, dan Nur Afni Sajim.
Hadir pula Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Syaefuloh Hidayat, Dirut Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto, dan Jajaran Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP), serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Kita sudah memantau ya, baik dari harga bawang, kentang, cabai, memang ada sedikit pergerakan,” ujar Nova di lokasi, Selasa (10/2).
Meskipun ada sedikit kenaikan harga sekitar Rp.10 ribu untuk bawang merah dan sekitar Rp.20 ribu per kilo untuk cabai, Nova memastikan ketersediaan pasokan dan harga pangan lainnya tetap stabil jelang Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri.
“Kita memastikan bahwa harga ini mudah-mudahan tetap stabil terkait dengan kebutuhan dasar, kebutuhan pokok masyarakat,” tutur Nova.
Ia juga memastikan stok beras yang dikelola PT Food Station Tjipinang Jaya aman hingga Hari Raya Idul Fitri dan harga tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Yakni Rp.12.500 per kilogram untuk jenis beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), dan Rp.14.900 per kilogram untuk jenis beras premium.
“Tentunya beras tidak melampaui HET. Jadi kestabilan ada di Jakmart dan Jakgrosir. Tentunya ini juga bisa menstabilkan harga di wilayah Jakarta,” pungkas Nova. (gie/df)
Produk DPRD
Berita Terbaru


