Butuh Komitmen Bersama untuk Kembalikan Fungsi Trotoar
Pengembalian fungsi trotoar sepenuhnya bagi pejalan kaki sebagai langkah konkret menekan pencemaran udara di Jakarta. Demikian ungkap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino.
Menurut politisi Partai NasDem itu, optimalisasi trotoar juga menjadi kunci mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Wibi menyampaikan hal itu dalam Town Hall Meeting bertajuk “Dialog PR Jakarta: Dengar Warga, Kerja Nyata untuk Udara Bersih” oleh Bicara Udara di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/2).
“Saya sampaikan kepada pak gubernur (Pramono Anung) bahwa kita ingin trotoar bisa digunakan oleh para pejalan kaki secara merdeka,” ujar Wibi.
Ia menegaskan, memulai pengendalian pencemaran udara harus dari akses dasar menuju moda transportasi publik.
Wibi menegaskan, masyarakat tidak akan beralih ke transportasi umum jika akses berjalan kaki menuju halte, stasiun, atau kawasan transit belum aman dan nyaman.
“Kalau ingin mengurangi pencemaran udara, maka kita harus mendorong peralihan ke transportasi umum. Untuk itu, akses jalannya harus tersedia dan merata,” tandas dia.
Wibi menilai, konsep first mile dan last mile di Jakarta masih belum optimal. Banyak kondisi trotoar yang sempit dan tidak steril. Bahkan terdapat parkir liar dan aktivitas pedagang kaki lima.
“Bagaimana masyarakat bisa menuju halte atau stasiun MRT jika berjalan kaki saja masih sulit. Ini tantangan bersama yang harus segera diselesaikan,” tegas dia.
Karena itu, ia mengajak Pemprov DKI mengembalikan fungsi trotoar sebagai komitmen bersama legislatif dan eksekutif.
“Kita bangun, kita jaga, dan kita revitalisasi agar masyarakat nyaman menuju transportasi umum,” tukas Wibi. (red)


