Revitalisasi MCK Komunal, Tingkatkan Kualitas Sanitasi
Revitalisasi fasilitas MCK komunal di Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan, dapat meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan bagi sekitar 100 kepala keluarga (KK).
Revitalisasi meliputi perbaikan infrastruktur, penambahan jaringan perpipaan, serta penerapan sistem pengolahan limbah biopal dan sistem terpusat.
Lewat proyek tersebut, pembuangan limbah langsung ke sungai dihentikan sehingga risiko pencemaran bakteri seperti E. coli dapat ditekan.
Program tersebut menjadi bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global yang bersih dan sehat melalui penyediaan akses sanitasi layak.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengatakan, revitalisasi MCK komunal di Manggarai sangat bermanfaat bagi warga.
“Ke depan, kita dorong pola hidup bersih dan sehat jadi budaya,” ujar dia, Rabu (18/2).
Sebelum revitalisasi, ungkap Nova, kondisi MCK cukup memprihatinkan. Limbah masih dibuang langsung ke kali dan sanitasi belum higienis.
Kini, limbah dialirkan melalui sistem SPALD (Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik) yang didukung Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal.
“Ini bagian dari perwujudan Jakarta sebagai kota global,” tambah dia.
Ia menyebut, pembangunan berlangsung sekitar dua bulan karena ada penambahan jaringan perpipaan menuju lokasi MCK.
Paljaya juga tengah menjalankan program pembagian zona yang terhubung melalui SPALD terpusat agar pengelolaan limbah lebih efektif dan ramah lingkungan.
Program serupa telah dicanangkan di sejumlah wilayah lain seperti Cilandak dan TB Simatupang, dengan cakupan pelayanan hingga sekitar 1.000 KK.
Nova berharap, sistem pengelolaan limbah yang terintegrasi dapat membuat sungai-sungai di Jakarta semakin bersih.
“Hampir seluruh Jakarta akan masuk zona pengelolaan limbah terpusat. Ini terus kita dorong,” tukas dia. (red)


