Data Fasos Fasum Tak Lengkap, Pansus Bentuk Satgas
Panitia Khusus (Pansus) Percepatan Penyerahan Aset Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (fasos-fasum) DPRD DKI Jakarta komitmen mempercepat proses penyerahan aset dari pengembang ke pemerintah daerah.
Ketua Pansus Inggard Joshua menegaskan, pihaknya ingin menjalankan tugas secara cepat berbasis data akurat. Hal itu melatarbelakangi pembentukan satuan tugas (Satgas) lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Bergerak dengan cepat, tepat sasaran. Sehingga Satgas ini dibentuk untuk mempercepat perolehan data,” ujar Inggard, Rabu (6/5).
Ia mengungkapkan, sudah tiga kali Pansus melaksanakan rapat kerja. Namun, pengumpulan data belum optimal. Karena itu, perlu Satgas lintas perangkat daerah untuk memperkuat konsolidasi.
“Di SIPRAJA (Sistem Informasi Penataan Ruang Jakarta-Red) tidak lengkap. Makanya kita ingin ada pembentukan (Satgas) untuk menyelisik seluruh perizinan,” kata Inggard.
Personel Satgas tidak hanya dari anggota Pansus Fasos Fasum. Melibatkan berbagai unsur. Mulai dari Asisten Pembangunan, Asisten Perekonomian, Inspektorat, Biro Hukum, hingga para walikota.
Tergabung juga perangkat teknis. Seperti, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan. Memastikan keselarasan data antarinstansi.
“Supaya solid datanya,” tandas Inggard.
Menurut dia, perlu pemetaan data secara rinci. Termasuk pengelompokan berdasarkan skala pengembang besar, menengah, maupun kecil. Baik swasta maupun pemerintah.
Langkah tersebut sebelum Pansus turun ke lapangan. “Yang pasti kita harus bawa data-data yang lengkap,” ungkap Inggard.
Pansus juga akan menggali masukan dari berbagai pihak. Termasuk aspek hukum dan mekanisme penagihan. Memastikan proses penyerahan aset berjalan lebih efektif dan terukur.
“Kita ingin melakukan yang terbaik buat pemerintahan daerah maupun untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Inggard. (gie/df)
Produk DPRD
Berita Terbaru


