Tahun Ini, Realisasikan 103 Sekolah Swasta Gratis

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M. Subki menyebut, Program Sekolah Swasta Gratis mulai berjalan pada Juli 2026. Targetnya menyasar di 103 sekolah.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Komisi E dengan gubernur membahas isu strategis pemerataan akses pendidikan di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (12/5).

Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Ketua DPRD Rany Mauliani selaku koordinator Komisi E didampingi Ketua Komisi E M. Subki dan Wakil Ketua Komisi E Agustina Hermanto.

Turut hadir Anggota Komisi E Solikhah, Ghozi Zulazmi, Muhammad Hasan Abdillah, Jhonny Simanjuntak, Raden Gusti Arief Yulifard, Farah Savira, Muhammad Lefy, Oman Rohman Rakinda, Desie Christhyana Sari dan Elva Farhi Qolbina.

Hadir pula Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekda DKI Jakarta Ali Maulana Hakim serta Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana beserta jajaran.

Usai pertemuan, Subki mengatakan, pembahasan bersama gubernur menitikberatkan pada Program Sekolah Swasta Gratis yang akan direalisasikan tahun ini.

“Artinya, tahun ini Alhamdulillah sudah akan berjalan bulan Juli di 103 sekolah gratis,” ungkap Subki.

Menurut dia, program tersebut dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Jakarta. Khususnya, warga yang selama ini kesulitan mendapatkan kuota bangku sekolah negeri.

Meski demikian, Komisi E mengakui masih ada perbaikan dalam implementasi program tersebut. DPRD bersama Dinas Pendidikan akan terus mengevaluasi.

Subki menambahkan, perhatian Pemprov DKI Jakarta terhadap sektor pendidikan sangat besar. Gubernur Pramono menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan.

“Pak Gub tadi mengatakan bahwa urusan pendidikan enggak bisa ditawar-tawar, enggak boleh digeser-geser,” kata Subki.

Selain sekolah swasta gratis, pertemuan juga membahas perhatian terhadap pendidikan madrasah di Jakarta.

Komisi E bersama Pemprov DKI Jakarta akan mencari skema terbaik agar madrasah dapat dukungan setara dalam penganggaran.

“Pak gubernur juga menyampaikan keprihatinannya terkait pendidikan Madrasah,” tukas Subki. (yla/df)