Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin berharap, Badan Musyawarah (Bamus) Betawi memperkuat peran dalam pembangunan Jakarta. Sekaligus, menjaga kelestarian Budaya Betawi di tengah transformasi Jakarta menuju kota global. Demikian ungkap Suhud usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Bamus Betawi di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (16/6). Hadir pula pada kesempatan itu, Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum Bamus Betawi Riano P. Ahmad dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Muhamad Matsani. Suhud mengapresiasi penyelenggaraan Rakernas II Bamus Betawi. Harapannya, forum tersebut mampu menghasilkan program-program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat, serta pembangunan Jakarta. “Menghasilkan hasil ataupun rencana-rencana kerja yang baik bagi pembangunan di Jakarta dan khusus untuk warga Betawi, pengembangan budaya dan kultur Betawi,” ujar Suhud. Menurut dia, Bamus Betawi punya peran strategis menyongsong Jakarta sebagai kota global. Sebagai masyarakat asli Jakarta, warga Betawi harus tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan. Tidak tersisih dari berbagai peluang yang muncul, seiring perkembangan kota. “Jangan sampai warga Betawi atau suku Betawi menjadi kelompok atau masyarakat yang terpinggirkan, tidak berperan,” kata Suhud. Ia menilai, Bamus Betawi dapat menjadi akselerator pembangunan. Sekaligus, wadah pengembangan budaya Betawi. Sehingga, mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat Betawi. Terutama di bidang pendidikan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, lanjut Suhud, menjadi faktor penting. Dengan begitu, masyarakat Betawi mampu beradaptasi dan bersaing di era Jakarta sebagai kota global. Suhud juga menyatakan, DPRD DKI Jakarta siap menjembatani, memfasilitasi, serta mendorong peran Bamus Betawi sebagai organisasi kemasyarakatan yang berkontribusi dalam pembangunan daerah. (yla/df)

Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin berharap, Badan Musyawarah (Bamus) Betawi memperkuat peran dalam pembangunan Jakarta. Sekaligus, menjaga kelestarian Budaya Betawi di tengah transformasi Jakarta menuju kota global.

Demikian ungkap Suhud usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Bamus Betawi di Hotel Acacia, Jakarta Pusat,

Hadir pula pada kesempatan itu, Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum Bamus Betawi Riano P. Ahmad dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Muhamad Matsani.

Suhud mengapresiasi penyelenggaraan Rakernas II Bamus Betawi. Harapannya, forum tersebut mampu menghasilkan program-program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat, serta pembangunan Jakarta.

“Menghasilkan hasil ataupun rencana-rencana kerja yang baik bagi pembangunan di Jakarta dan khusus untuk warga Betawi, pengembangan budaya dan kultur Betawi,” ujar Suhud.

Menurut dia, Bamus Betawi punya peran strategis menyongsong Jakarta sebagai kota global. Sebagai masyarakat asli Jakarta, warga Betawi harus tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan.

Tidak tersisih dari berbagai peluang yang muncul, seiring perkembangan kota. “Jangan sampai warga Betawi atau suku Betawi menjadi kelompok atau masyarakat yang terpinggirkan, tidak berperan,” kata Suhud.

Ia menilai, Bamus Betawi dapat menjadi akselerator pembangunan. Sekaligus, wadah pengembangan budaya Betawi.

Sehingga, mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat Betawi. Terutama di bidang pendidikan.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia, lanjut Suhud, menjadi faktor penting. Dengan begitu, masyarakat Betawi mampu beradaptasi dan bersaing di era Jakarta sebagai kota global.

Suhud juga menyatakan, DPRD DKI Jakarta siap menjembatani, memfasilitasi, serta mendorong peran Bamus Betawi sebagai organisasi kemasyarakatan yang berkontribusi dalam pembangunan daerah. (yla/df)