Subsidi TransJakarta Tembus Rp4 Triliun
DPRD DKI Jakarta mulai mengkaji ulang skema tarif TransJakarta menyusul membengkaknya anggaran subsidi layanan angkutan umum tersebut yang kini mencapai sekitar Rp4 triliun.
Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh mengatakan, perlu evaluasi untuk memastikan subsidi tetap efektif di tengah ekspansi layanan TransJakarta. Termasuk rute menuju Bandara Soekarno-Hatta dan jaringan TransJabodetabek.
“Kami ingin melihat seberapa efektif penyesuaian tarif untuk mengurangi beban subsidi,” ujar Nova, Kamis (30/7).
Pembahasan itu merupakan proses penyusunan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027.
Anggaran Public Service Obligation (PSO) TransJakarta disebut telah menembus Rp4 triliun. Meningkat dari sekitar Rp3,8 triliun pada tahun sebelumnya.
Menurut Nova, besarnya subsidi perlu dihitung kembali agar keberlanjutan layanan transportasi publik tetap terjaga.
Namun, ia menegaskan, evaluasi tarif tidak boleh mengorbankan kemampuan ekonomi masyarakat. “Jangan sampai tarif melebihi,” tandas Nova.
Ia mengatakan, kondisi daya beli dan lapangan kerja juga harus menjadi pertimbangan sebelum penerapan kebijakan tarif.
Transportasi publik, kata dia, tetap harus menjadi pilihan yang terjangkau bagi masyarakat. Tarif TransJakarta diketahui belum berubah sejak 2007.
Dengan perkembangan jaringan dan layanan yang semakin luas, Nova menilai evaluasi tarif merupakan hal yang wajar.
Hanya saja, perubahan tarif harus memiliki dasar kajian yang kuat dan tetap berpegang pada prinsip keterjangkauan.
Komisi B DPRD DKI Jakarta saat ini masih mendalami aspek regulasi yang dapat menjadi dasar penyesuaian tarif. Baik melalui peraturan daerah (Perda) maupun peraturan gubernur (Pergub).
Nova memastikan, DPRD belum mengambil keputusan final. Sikap resmi akan ditentukan setelah kajian mengenai regulasi, kondisi fiskal, efektivitas subsidi, serta dampaknya terhadap masyarakat selesai dilakukan. (red)


