Memulai Jakarta Global dengan Kemandirian Pangan dan Energi
Menjelang usia ke-500 tahun, Kota Jakarta dihadapkan pada tantangan besar untuk mewujudkan diri sebagai kota global. Tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga tangguh dalam memenuhi kebutuhan dasar warga.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ade Suherman menilai, kemandirian pangan dan energi harus menjadi prioritas pembangunan Jakarta ke depan.
Menurut dia, kedua sektor tersebut menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Pangan dan energi adalah kebutuhan dasar yang harus dijaga keberlanjutannya,” ujar Ade, beberapa waktu lalu.
Program pangan bersubsidi perlu penguatan. Menjaga daya beli masyarakat. Terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain itu, Jakarta juga didorong mulai mempercepat pengembangan energi baru terbarukan. Termasuk pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada gedung pemerintah dan fasilitas publik.
“APBD harus membangun fondasi kemandirian jangka panjang,” ujar Ade.
Transformasi Jakarta menjadi kota global, lanjut dia, tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan teknologi.
Pembangunan ekonomi harus mampu menciptakan ketahanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Di sektor ekonomi kerakyatan, kata Ade, UMKM dan koperasi tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Karena itu, berbagai program pemberdayaan harus diarahkan agar pelaku usaha mikro mampu berkembang dan meningkatkan daya saing.
“Koperasi harus menjadi lembaga ekonomi yang modern dan produktif,” ucap Ade.
Ia menambahkan, Jakarta perlu memastikan setiap langkah pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperluas akses masyarakat.
Mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan, pekerjaan, energi, transportasi, dan kesempatan usaha.
“Jakarta yang maju adalah Jakarta yang menghadirkan keadilan bagi seluruh warganya,” pungkas Ade. (red)
Produk DPRD
Berita Terbaru


