Realisasi Pendapatan dan Dividen BUMD Jadi Sorotan Komisi C
Komisi C DPRD DKI Jakarta memberi catatan penting terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pembahasan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026, Selasa (18/8).
Sekretaris Komisi C Ismail mengatakan, kinerja BUMD menjadi perhatian utama. Termasuk, realisasi kinerja keuangan.
“Hari ini kita dengan para BUMD ada beberapa poin yang menjadi atensi kami,” ujar Ismail.
Ia mengatakan, secara umum realisasi pendapatan sejumlah BUMD masih berada di bawah 50 persen. Kondisi demikian berpengaruh terhadap pencapaian laba bersih perusahaan.
Karena itu, Komisi C mempertanyakan strategi masing-masing BUMD mengejar target pendapatan. Mengingat, waktu pelaksanaan tahun anggaran 2026 tersisa empat bulan.
Selain realisasi pendapatan, Komisi C juga menyoroti target dividen BUMD yang masuk dalam pembahasan anggaran perubahan.
Target dividen tersebut, jelas dia, pada dasarnya telah ditetapkan berdasarkan hasil kesepakatan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2026.
“Di anggaran perubahan kali ini dan itu sesuatu yang sebenarnya sudah given hasil dari kesepakatan di RUPS tahun 2026 mereka,” jelas Ismail.
Dari pembahasan tersebut, terdapat sejumlah BUMD yang mengalami peningkatan target dividen. Meskipun ada beberapa BUMD yang mencatatkan penurunan dibandingkan target pada APBD 2026.
“Berdasarkan laporannya ada sejumlah BUMD yang mencatatkan adanya peningkatan, tapi ada juga yang penurunan,” ungkap Ismail.
Perubahan target dividen itu, tegas dia, perlu mendapat perhatian. Sebab akan berdampak terhadap target pendapatan secara kumulatif dalam APBD DKI Jakarta.
“Ini nanti berpengaruh pada target pendapatan secara kumulatif di APBD kita,” tegas Ismail.
Meski realisasi pendapatan masih menjadi perhatian, Komisi C tetap optimistis BUMD mampu mengejar target yang telah ditetapkan.
Terlebih, laporan realisasi yang dibahas baru mencakup capaian hingga Juli 2026. Sehingga, masih terdapat waktu untuk melakukan optimalisasi.
“Kita akan terus melakukan pengawalan dan pengawasan,” kata Ismail.
Komisi C juga akan melakukan pendalaman secara langsung dengan masing-masing BUMD untuk memastikan strategi pencapaian target dapat berjalan efektif.
“Kita pastikan akan ada rapat kerja one on one dengan masing-masing BUMD tersebut,” tutur Ismail.
Rapat kerja tersebut akan terfokus untuk memastikan setiap BUMD memiliki strategi yang tepat dalam mengoptimalkan kinerja. Merealisasikan target hingga akhir tahun anggaran.
“Untuk memastikan bahwa di sisa waktu yang ada mereka punya strategi yang tepat untuk merealisasikan target,” kata Ismail.
Program Pelayanan Masyarakat
Di sisi lain, Ismail menyampaikan, Komisi C melihat sejumlah program prioritas BUMD pada 2026 secara umum sudah berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
Program tersebut antara lain bergerak di sektor transportasi, pangan, infrastruktur, hingga pelayanan air dan pengelolaan limbah.
“Secara umum kita melihat memang berorientasi pada pelayanan. Semua on the track,” ungkap Ismail.
Komisi C berharap, seluruh BUMD dapat mempertahankan kinerja dan pelaksanaan program prioritas tersebut hingga akhir tahun anggaran 2026. Sekaligus, memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kita harapkan mereka tetap bisa menjaga ini sampai dengan selesai tahun anggaran 2026 ini dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Ismail. (gie/df)


