Pembahasan Ranperda Siskesda Rampung

Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta menuntaskan pembahasan finalisasi pasal demi pasal Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Sistem Kesehatan Daerah (Siskesda) dalam rapat bersama jajaran eksekutif di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (8/7).

Penyelesaian pembahasan tingkat pertama tersebut menjadi tahapan penting sebelum Ranperda memasuki pembahasan lanjutan hingga ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Ketua Bapemperda Abdul Aziz mengatakan, pembahasan Ranperda Sistem Kesehatan Daerah telah rampung dan disepakati bersama.

Ranperda tersebut terdiri atas 14 bab dan 80 pasal. Telah melalui pembahasan secara menyeluruh bersama pemerintah daerah.

Selanjutnya Ranperda Siskesda akan dibahas dalam rapat pimpinan gabungan (Rapimgab). Setelah dapat persetujuan Rapimgab, maka masuk proses fasilitasi oleh Kemendagri. “Rapimgab mungkin pekan depan,” kata dia.

Aziz menerangkan, Ranperda Siskesda menghimpun berbagai ketentuan dari sejumlah Perda sebelumnya. Harapannya, regulasi menjadi lebih komprehensif. Mampu memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan.

“Kita berharap, pelayanan nantinya pada masyarakat khususnya bidang kesehatan lebih baik, lebih berkualitas dan juga lebih terjaga. Agar DKI ini menjadi contoh untuk daerah-daerah lain dalam pelayanan kesehatan,” kata Aziz.

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta sekaligus Anggota Bapemperda M. Subki mengatakan, kehadiran Ranperda Siskesda akan menjadi landasan hukum yang lebih lengkap. Mendorong peningkatan layanan kesehatan.

Regulasi itu diharapkan mampu mengakomodasi seluruh aspek pelayanan kesehatan. Sehingga, setiap lapisan masyarakat memperoleh layanan yang berkualitas tanpa terkecuali.

“Agar semua segmentasi kesehatan memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada seluruh lapisan masyarakat dengan layanan yang lebih berkualitas,” kata dia.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan merupakan investasi penting dalam mewujudkan masyarakat Jakarta yang sehat.

Dengan kondisi kesehatan yang semakin baik, masyarakat diharapkan memiliki produktivitas yang lebih tinggi sehingga mampu mendukung kemajuan pembangunan daerah.

“Kita ingin menghadirkan warga Jakarta yang sehat. Kalau sudah sehat, Insya Allah semuanya akan bisa lebih maju,” tukas Subki. (yla/df)