Pramuka, Tanamkan Nasionalisme dan Kepemimpinan

Praja Muda Karana (Pramuka) mampu membentuk karakter, rasa kebangsaan, serta jiwa nasionalisme generasi muda. Demikian diungkapkan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M. Subki usai memimpin rapat kerja bersama eksekutif membahas Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (18/8).

Rapat kerja itu dihadiri Biro Dikmental, Dinas Sosial, serta Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. Pramuka memiliki peran strategis menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara, sejak usia dini.  Karena itu, pembinaan kegiatan Pramuka perlu terus mendapat perhatian.

Nilai-nilai melalui kegiatan Pramuka, kata Subki, bisa menjadi fondasi bagi generasi muda dalam memahami persatuan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Indonesia.

“Pramuka itu penting. Menumbuhkan rasa kebangsaan, rasa cinta, bela negara. Itu penting untuk membuat prinsip-prinsip nasionalisme di anak-anak kita,” ujar Subki.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak mengatakan hal senada. Pramuka tidak hanya berperan dalam membentuk karakter, tetapi juga menjadi wadah pengembangan kemampuan kepemimpinan dan organisasi generasi muda.

Menurut dia, keterlibatan anak muda dalam berbagai organisasi, termasuk Pramuka, Karang Taruna, maupun organisasi mahasiswa, dapat membangun soft skill. Sekaligus, memperluas jejaring.

“Dibina di Pramuka, Karang Taruna, organisasi mahasiswa, itu yang kadang-kadang menampilkan orang luar biasa,” kata dia.

Untuk itu, Jhonny mendorong pembinaan generasi muda melalui organisasi harus menjadi perhatian bersama. Kegiatan Pramuka perlu pengembangan.

Sehingga, tidak sekadar menjadi kegiatan rutin. Namun mampu bermanfaat besar membentuk kapasitas dan karakter generasi muda.

“Pramuka ini juga harus menjadi perhatian penting bagi kita,” tutup Jhonny. (yla/df)