Tumbuhkan Ekonomi Kreatif, Kekuatan Baru Jakarta

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menilai, ekonomi kreatif perlu menjadi salah satu kekuatan baru dalam pembangunan ekonomi Jakarta.

Jakarta tidak bisa hanya bertumpu pada pola pembangunan ekonomi konvensional. Sebagai kota jasa dan pusat kegiatan ekonomi nasional, Jakarta punya ruang besar mengembangkan sektor kreatif.

“Betul. Kita paham, di Jakarta ini bukan kita berharap lapangan pekerjaan atau pembangunan industri yang besar,” ujar Wibi di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Kamis (21/5).

Wibi mengatakan, pengembangan ekonomi kreatif membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Sektor tersebut mampu mendorong perputaran ekonomi di tengah tantangan fiskal dan ekonomi global.

“Tetapi, hari ini kita punya ekonomi kreatif. Nah, inilah yang harus ditumbuhkan di Jakarta,” kata Wibi.

Kehadiran usaha baru, lanjut dia, berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pelaku usaha muda perlu mendapat ruang untuk tumbuh.

“Dengan adanya usaha baru, tentu ada penyerapan tenaga kerja dan sebagainya,” terang Wibi.

Wibi menilai, sektor kreatif dapat menjawab kebutuhan Jakarta memperluas sumber pertumbuhan ekonomi. Terlebih, karakter ekonomi Jakarta semakin bertumpu pada jasa, inovasi, dan kreativitas.

“Juga ada perputaran ekonomi. Hal itu sangat dibutuhkan untuk perkembangan di Jakarta,” jelas Wibi.

Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jaya Muhammad Riandy Haroen mendorong anggota HIPMI Jaya memanfaatkan ruang yang tersedia untuk berkreasi dan membangun sinergi.

“Di HIPMI ini, harapan saya, pandai-pandailah melihat peluang dan memanfaatkan infrastruktur,” ujar Riandy.

Riandy mengatakan, HIPMI Jaya memiliki hubungan strategis dengan pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif. Hubungan tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda terhadap pembangunan Jakarta.

“Kita ini mitra strategis. Pemerintah provinsi, baik eksekutif maupun legislatif, merupakan mitra strategis kita,” kata Riandy.

Ia berharap, pengusaha muda mendapat pembinaan dan ruang yang cukup untuk mengembangkan gagasan, inovasi, serta kegiatan usaha produktif.

“Tolong teman-teman di HIPMI Jaya ini dibina. Diberikan ruang untuk berkreasi,” ucap Riandy.

Riandy meyakini, anggota HIPMI Jaya memiliki kompetensi untuk terlibat dalam pembangunan ekonomi Jakarta. Butuh keberpihakan dan kesempatan untuk berkembang.

“Saya yakin mereka juga kompeten, hanya saja keberpihakan ini perlu dipertimbangkan,” jelas Riandy.

Diklatda HIPMI Jaya 2026 menjadi momentum bagi pengusaha muda untuk memperkuat kapasitas, memperluas jejaring, dan menavigasi bisnis ke arah yang lebih baik. (all/df)