Hadapi Cuaca Ekstrem, Aziz Apresiasi Surat Edaran Disdik January 28, 2026 10:03 am Penerbitan Surat Edaran Dinas Pendidikan Jakarta Nomor 9/SE/2026 tentang pelaksanaan pembelajaran akibat cuaca ekstrem di satuan pendidikan mendapat apresiasi dari kalangan legislator. Kebijakan itu merupakan upaya preventif melindungi keselamatan siswa sekolah. Demikian ungkap Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz, Selasa (27/1). Pembelajaran jarak jauh (PJJ), lanjut dia, meminimalkan risiko bagi siswa sekolah. Terutama siswa yang berdomisili atau bersekolah di lokasi rawan banjir. Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz. (dok.DDJP) “Agar anak-anak kita tidak menjadi korban banjir,” ujar dia. Selain itu, Aziz mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Membatasi aktivitas di luar rumah selama potensi cuaca ekstrem. Kecuali, bila terdapat kepentingan mendesak. “Sehingga bisa lebih fokus menjaga dan mengawasi keluarganya,” ucap politisi PKS itu. Aziz juga mendorong Pemprov DKI fokus pada penanganan banjir dan menyiapkan langkah khusus mengantisipasi dampak sosial. Menurut dia, potensi perluasan wilayah terdampak banjir perlu antisipasi dengan kebijakan yang lebih komprehensif. Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta perlu menyiapkan alokasi anggaran khusus penanganan dampak cuaca ekstrem. Dengan demikian, masyarakat terdampak memperoleh perlindungan dan pendampingan yang memadai. (red)

Penerbitan Surat Edaran Dinas Pendidikan Jakarta Nomor 9/SE/2026 tentang pelaksanaan pembelajaran akibat cuaca ekstrem di satuan pendidikan mendapat apresiasi dari kalangan legislator.

Kebijakan itu merupakan upaya preventif melindungi keselamatan siswa sekolah. Demikian ungkap Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz, Selasa (27/1).

Pembelajaran jarak jauh (PJJ), lanjut dia, meminimalkan risiko bagi siswa sekolah. Terutama siswa yang berdomisili atau bersekolah di lokasi rawan banjir.

“Agar anak-anak kita tidak menjadi korban banjir,” ujar dia.

Selain itu, Aziz mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Membatasi aktivitas di luar rumah selama potensi cuaca ekstrem. Kecuali, bila terdapat  kepentingan mendesak.

“Sehingga bisa lebih fokus menjaga dan mengawasi keluarganya,” ucap politisi PKS itu.

Aziz juga mendorong Pemprov DKI fokus pada penanganan banjir dan menyiapkan langkah khusus mengantisipasi dampak sosial.

Menurut dia, potensi perluasan wilayah terdampak banjir perlu antisipasi dengan kebijakan yang lebih komprehensif.

Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta perlu menyiapkan alokasi anggaran khusus penanganan dampak cuaca ekstrem.

Dengan demikian, masyarakat terdampak memperoleh perlindungan dan pendampingan yang memadai. (red)