MRT Kembangan–Balaraja Dukung Mobilitas Pekerja dari Banten dan Bogor
DPRD DKI Jakarta mendukung pemerintah provinsi melakukan studi potensi kontribusi pembangunan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 rute Kembangan–Balaraja. Studi itu melalui penandatanganan nota kesepahaman di Balaikota, Rabu (4/2).
Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh menilai, kajian tersebut penting. Memperkuat interkoneksi transportasi lintas wilayah. Khususnya mempermudah mobilitas masyarakat dari daerah penyangga menuju Jakarta.
“Mempermudah akses mungkin yang karyawan yang tinggalnya dari Bogor (dan) Banten yang masuk ke Jakarta,” ujar Nova.
Menurut Nova, nota kesepahaman masih berada pada tahap awal berupa kesepakatan kajian. Potensi bisnis dari proyek MRT Timur–Barat Fase 2 sangat menjanjikan.
Terutama pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD). “Tentunya nanti kan dikaji lagi lebih lanjut,” kata Nova.
Fasilitas pendukung seperti area parkir di sekitar stasiun akan melengkapi pengembangan konsep TOD. Mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta.
“Nanti, kendaraan motor bisa parkir di situ. Istilahnya terpusat,” kata dia.
Sementara itu, Gubernur Pramono Anung menegaskan, prinsip utama kerja sama lintas daerah dalam proyek ini adalah saling memberikan manfaat dan keuntungan bagi semua pihak.
Ia mengingatkan agar nota kesepahaman yang telah ditandatangani tidak berhenti pada tataran administratif semata. Melainkan benar-benar diwujudkan dalam bentuk nyata.
Realisasi proyek MRT Timur–Barat Fase 2 berdampak positif secara luas. Termasuk oleh para pengembang kawasan.
Pramono menegaskan, proyek itu akan saling memberi manfaat kepada berbagai pihak. “Saling menguntungkan. Enggak boleh hanya Jakarta yang untung,” tutur dia. (yla/df)
Produk DPRD
Berita Terbaru


