Mahasiswa UNPAD Kunjungi DPRD DKI Jakarta

Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhammad Idris menerima kunjungan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran (UNPAD) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (18/5).

Kunjungan itu menjadi ajang diskusi mengenai tugas dan fungsi DPRD serta berbagai persoalan yang dihadapi Jakarta.

Para mahasiswa mendapat pemaparan mengenai tugas pokok dan fungsi Komisi D DPRD DKI Jakarta beserta mitra kerja yang berada di bawah pengawasannya.

Diskusi berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa. Mulai dari pengelolaan sampah, banjir, hingga efektivitas pelayanan publik.

Idris mengatakan, kunjungan mahasiswa ke DPRD merupakan bentuk pendidikan politik yang penting bagi generasi muda.

Menurut dia, mahasiswa perlu mengetahui secara langsung upaya Pemprov dan DPRD DKI Jakarta menyelesaikan persoalan masyarakat.

Kegiatan seperti itu, lanjut Idris, dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai kompleksitas tata kelola pemerintahan di Jakarta.

Ia juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa Universitas Padjadjaran yang aktif berdiskusi. “Tadi kita sempat diskusi dan tanya-jawab terkait dengan permasalahan yang ada di Jakarta,” kata Idris.

Semangat kritis mahasiswa menjadi energi positif bagi para pemangku kebijakan. Meningkatkan kinerja dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan perkotaan.

“Mereka berharap, permasalahan yang ada di Jakarta ini bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya, dengan kondisi apapun,” kata Idris.

Terkait pengelolaan sampah menuai perhatian mahasiswa. Penanganan sampah butuh keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Termasuk generasi muda dan kalangan mahasiswa.

Idris mengatakan, sangat penting membangun budaya memilah sampah sejak dari lingkungan terkecil. Sejumlah negara maju telah menerapkan hal itu. Terbukti, mampu mengurangi permasalahan lingkungan.

“Memilih sampah itu merupakan salah satu langkah terbaik,” kata dia.

Ia berharap, kesadaran terhadap pengelolaan sampah dapat terus tumbuh di kalangan masyarakat. Sehingga penanganan berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Dosen Administrasi Publik Universitas Padjadjaran Dian Permata Puspita mengatakan, kunjungan ke DPRD DKI Jakarta memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa.

Terutama terkait pemahaman tentang praktik pemerintahan dan dinamika pengambilan kebijakan di daerah.

Selama ini, ungkap Dian, mahasiswa mempelajari teori administrasi publik di ruang kelas. Lewat kunjungan langsung ke DPRD, mahasiswa melihat secara nyata atas tantangan yang dihadapi pemerintah.

Dian berpendapat, persoalan yang dihadapi Jakarta sangat kompleks. Terlebih lagi di tengah kondisi efisiensi anggaran. Tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.

“Permasalahan yang kompleks seperti sampah, banjir, dan sebagainya,” tutur dia.

Dian berharap, mahasiswa tidak hanya memahami teori. Namun mampu berkontribusi melalui ide dan gagasan. Membantu pemerintah mencari solusi atas berbagai persoalan publik.

Ruang diskusi antara mahasiswa dan pemerintah, sambung dia, perlu terus diperkuat. Dengan begitu, tercipta kolaborasi yang baik antara dunia akademik dan penyelenggara pemerintahan.

Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa perlu bekal pemahaman yang kuat mengenai tata kelola pemerintahan sejak dini.

Di masa mendatang, lulusan perguruan tinggi mampu menjadi pemimpin dan pengambil kebijakan yang paham persoalan di masyarakat.

“Bisa datang ke tempat ini bisa saling sharing ataupun diskusi terkait dengan program-program pemerintah dan juga bagaimana solusinya untuk mengatasinya ke depan,” tambah Dian. (yla/df)