Pengawasan Parkir Berbasis AI, Cegah Kebocoran PAD

Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta mendorong penguatan sistem pengawasan parkir berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menutup potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Demikian disampaikan Ketua Pansus Jupiter usai meninjau PUSDATINHUB Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan PUSDATIN DPMPTSP DKI Jakarta, Senin (20/7).

Jupiter mengapresiasi Dinas Perhubungan yang telah menerapkan sistem pembayaran parkir secara digital. Namun, pengawasan belum optimal karena masih terbuka celah kelemahan.

Menurut dia, Pemprov DKI jangan menunda digitalisasi untuk perbaikan tata kelola perparkiran. Sistem digital mempermudah pembayaran dan menjadi instrumen pengawasan setiap transaksi agar tercatat secara transparan.

“Bukan hanya berdampak pada pendapatan daerah saja, tapi menyangkut juga tentang pelayanan,” ujar dia.

Menurut dia, sistem pembayaran digital dengan CCTV berbasis AI mampu menghitung jumlah kendaraan yang masuk dan keluar di setiap lokasi parkir.

Perolehan data dapat dibandingkan dengan jumlah transaksi yang tercatat dalam sistem. Sehingga dapat mengetahui potensi penyimpangan.

Teknologi juga AI akan membantu pemerintah memonitor tingkat okupansi parkir secara otomatis. Pengawasan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada laporan petugas lapangan.

Jupiter mengungkapkan, sistem pembayaran digital yang saat ini diterapkan di sejumlah lokasi parkir masih bergantung pada penggunaan telepon genggam oleh juru parkir.

Kondisi tersebut masih membuka peluang terjadi transaksi tunai. Akibatnya, tidak masuk ke dalam sistem. Petugas cenderung tidak menggunakan aplikasi pembayaran.

“Satu rupiah pun uang rakyat ini harus dipertanggungjawabkan secara transparansi dan akuntabilitas,” tukas Jupiter. (yla/df)